Udara di TPU Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur, terasa berat dan sunyi pada Minggu siang itu. Di sanalah, Yoga Naufal, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, akhirnya dimakamkan. Ia adalah salah satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang sempat hilang, dan kini telah berhasil diidentifikasi.
Prosesinya berjalan khidmat. Penuh haru. Jenazah tiba di lokasi dan langsung disemayamkan untuk upacara perpisahan terakhir.
Tak hanya keluarga, kerabat dekat dan rekan-rekan kerjanya pun hadir. Mereka berdiri berjejalan, mengiringi langkah terakhir sang almarhum.
Tangis pun pecah. Suasana yang sudah muram itu benar-benar menghujam saat peti jenazah mulai dibawa mendekati liang lahat. Detik-detik peti diturunkan ke dalam makam terasa begitu panjang dan menyayat. Di antara isak, keluarga saling berpegangan, berusaha menguatkan. Tapi duka yang mereka rasakan jelas terlalu dalam untuk bisa disembunyikan.
Artikel Terkait
BRI Gerakkan Masyarakat Lawan Stunting Lewat Edukasi dan Bantuan Alat
Pemerintah Siapkan Satgas Pangan dan Intervensi Pasar untuk Antisipasi Ramadan 2026
Chery Siapkan Tujuh Model Baru untuk Gempur Pasar Indonesia pada 2026
Pemilu Myanmar Usai, Kemenangan Telak Partai Pro-Militer Mengukuhkan Cengkeraman Junta