Dia menambahkan, "Kami perkirakan tren positif ini masih akan berlanjut sampai 2026. Ekonomi global diprediksi stabil, dan destinasi-destinasi yang belum pulih total pasca-pandemi diharapkan bisa menyusul."
Nah, sekarang kita lihat per benua. Di Afrika, pertumbuhannya justru lebih dahsyat, mencapai 8 persen! Jumlah kedatangannya menyentuh 81 juta. Maroko dan Tunisia disebut-sebut sebagai bintangnya, dengan hasil yang sangat kuat.
Di sisi lain, Asia dan Pasifik juga nggak kalah. Kawasan ini mengalami kenaikan 6 persen, dengan total 331 juta wisatawan. Angka itu sudah mendekati 91 persen dari level sebelum COVID-19 menerjang.
Eropa? Tetap jadi rajanya. Sebagai kawasan tujuan paling populer, benua biru itu mencatat 793 juta kedatangan. Itu artinya naik 4 persen dari 2024, dan bahkan 6 persen lebih tinggi dibanding masa keemasan sebelum pandemi, yaitu tahun 2019.
Jadi, secara keseluruhan, dunia seolah kembali hiruk-pikuk oleh para pelancong. Sebuah pemandangan yang sangat dinantikan setelah sekian lama terpuruk.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas