Lalu, apa penyebabnya? Menurut sejumlah saksi dan survei yang beredar, alasannya klasik tapi sangat kuat: biaya hidup. Banyak keluarga muda yang mengeluhkan mahalnya biaya pengasuhan dan pendidikan anak. Tekanan ekonomi itu jadi hambatan serius bagi mereka yang ingin punya momongan.
Ada juga faktor budaya yang diduga ikut berperan. Tahun lalu, 2025, adalah tahun ular dalam penanggalan China. Dalam kepercayaan setempat, tahun ular sering dianggap kurang baik untuk memiliki anak. Meski terdengar tradisional, keyakinan semacam ini masih mempengaruhi keputusan banyak pasangan.
Gabungan antara beban finansial yang berat dan faktor sosio-kultural tampaknya terus mendorong angka kelahiran China ke titik nadir. Situasinya kompleks, dan solusinya tidak akan sederhana.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Kenakan Tarif 100 Persen, Kanada Dituding Jadi Pelabuhan China
Iran Siap Perang Total, Menyambut Armada AS di Teluk Persia
Wisata Global Tembus Rekor: 1,52 Miliar Wisatawan Mengunjungi Dunia di 2025
Barcelona Siap Hantam Oviedo di Camp Nou, Siaran Langsung Malam Ini