Megawati Simpan Kliping Tulisan Nasaruddin Umar

- Rabu, 24 Desember 2025 | 06:15 WIB
Megawati Simpan Kliping Tulisan Nasaruddin Umar

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar ternyata punya kebiasaan lama yang masih dipegang teguh: menulis. Sejak masih kuliah, aktivitasnya sudah berkutat dengan dunia tinta dan koran. Menariknya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut-sebut mengoleksi karya-karyanya.

Nasaruddin bercerita, kebiasaan menulisnya berawal dari pekerjaan sampingan sebagai penulis artikel media semasa kuliah. Tak disangka, itu berlanjut hingga kini. Ia bahkan masih rutin mengisi halaman pertama media-media konvensional.

“Pekerjaan saya hanya menulis,” ujarnya dalam sebuah dialog bersama media di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025) malam.

“Sampai hari ini, tiap hari saya menulis tiga artikel. Boleh teman-teman lihat di koran, di halaman pertama itu. Dan itu bukan tulisan biasa. Pasti media tidak akan muat kalau itu tidak ada bobotnya,” tambahnya.

Cerita tentang koleksi tulisan ini justru ia dapatkan dari Megawati sendiri. Dalam sebuah pertemuan, mantan presiden kelima itu mengaku mengkliping tulisannya.

Menurut Nasaruddin, Megawati terkesan karena tulisannya dinilai mengandung tausiah politik. Koleksi itu dibundel rapi dan disimpan.

“Dan saya kemarin ketemu Bu Mega, ‘saya tidak pernah mengkliping koran-koran. Satu-satunya seumur hidup saya yang saya kliping itu tulisan-tulisannya Pak Nasaruddin di media’,” kenang Nasaruddin.

“Terus panggil ajudannya atau sekretarisnya, ‘iya, Bu, ini bundelannya’. Jadi saya sendiri juga enggak kliping, Bu Mega mengkliping. Dan itu ternyata bacaan politik, tausiah politik itu,” lanjutnya sambil terkagum.

Di sisi lain, kebiasaan menulisnya tak luntur. Ia mengaku masih sering diminta media lain untuk menulis, terutama selama bulan Ramadan.

Lalu, kapan waktu menulisnya? Nasaruddin memilih waktu yang sunyi: pagi buta. Ia biasa bangun pukul dua dini hari. Rutinitas ini, tentu saja, mengorbankan waktu tidurnya.

“Jadi jam tidur saya deep sleep-nya itu hanya satu jam satu tahun ini. Dua bulan terakhir ini, tidak pernah deep sleep saya itu lebih dari satu jam, paling 45 menit. Karena kapan saya menulis, kapan saya membaca? Tapi saya bersyukur Tuhan memberikan kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar