Yang juga mencolok adalah kredit properti. Sektor ini tumbuh 13 persen, jauh melompat dari bulan sebelumnya yang 7,5 persen. Kontributor terbesarnya? Kredit konstruksi yang meroket 28,2 persen.
Namun begitu, ada catatan tersendiri untuk kredit UMKM. Pada November 2025, justru terkontraksi 0,3 persen.
"Lebih baik sih dibanding kontraksi di bulan sebelumnya yang 0,7 persen," kata Ramdan.
Menurutnya, kontraksi ini masih terdorong oleh pertumbuhan kredit skala kecil yang mencapai 6,8 persen. Sayangnya, itu tak cukup untuk menutupi kontraksi di skala mikro dan menengah, yang masing-masing minus 4,6 persen dan 2 persen. Kalau dilihat dari jenis penggunaannya, kontraksi ini terutama dipengaruhi oleh kinerja Kredit Modal Kerja untuk UMKM yang minus 4,2 persen.
Jadi, gambaran umumnya cukup beragam. Beberapa sektor melaju kencang, sementara yang lain masih berjuang untuk bangkit.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas