Namun begitu, tidak semua komponen bergerak naik. Aktiva luar negeri bersih justru menunjukkan perlambatan, tumbuh 8,9 persen setelah sebelumnya di bulan November mencapai 9,7 persen.
Sementara itu, cerita yang berbeda datang dari Uang Primer atau M0 adjusted. Komponen ini justru mengalami pertumbuhan yang lebih kencang, yakni 16,8 persen di Desember. Padahal, bulan sebelumnya angkanya masih 13,3 persen. Nilainya pun membengkak jadi Rp2.367,8 triliun. Kenaikan ini tak lepas dari dua hal: giro bank umum di BI yang melonjak 35,1 persen dan uang kartal yang beredar yang tumbuh 12,9 persen.
Ramdan menambahkan konteks penting soal angka M0 ini.
“Berdasarkan faktor yang mempengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas atau pengendalian moneter adjusted,” jelasnya.
Singkatnya, data terbaru BI ini menggambarkan dinamika likuiditas yang cukup hidup di akhir tahun 2025, dengan beberapa pendorong utama yang bekerja sekaligus.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas