Netflix Cetak Laba, Tapi Saham Anjlok Gara-gara Pelanggan Mulai Jenuh

- Rabu, 21 Januari 2026 | 15:50 WIB
Netflix Cetak Laba, Tapi Saham Anjlok Gara-gara Pelanggan Mulai Jenuh

Kinerja keuangan Netflix di tahun 2025 terbilang solid, tapi ada satu hal yang bikin investor gelisah: pertumbuhan pelanggannya mulai melambat. Padahal, laba dan pendapatannya justru melampaui ekspektasi. Menurut laporan Bloomberg, Rabu (21/1/2026), Netflix berhasil menambah 23 juta pelanggan baru sepanjang tahun lalu. Jumlah total pelanggannya kini mencapai 325 juta.

Namun begitu, angka penambahan itu jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2024, yang mencapai 41 juta. Ini yang memicu kekhawatiran. Seolah-olah, perusahaan streaming raksasa ini sudah mendekati titik jenuh pertumbuhannya.

Reaksi pasar pun langsung terasa. Saham Netflix terjun bebas hampir lima persen dalam perdagangan setelah jam kerja. Anjloknya saham terjadi meskipun laporan kuartal IV-2025 mereka cukup gemilang.

Laba bersih perusahaan di kuartal terakhir 2025 melonjak 29 persen, menjadi USD 2,4 miliar. Sementara pendapatannya naik 18 persen, menyentuh angka lebih dari USD 12 miliar. Performa yang sebenarnya cukup bagus.

Tapi rupanya, prospek ke depan yang bikin was-was. Manajemen memproyeksikan laba untuk kuartal pertama tahun ini akan lebih rendah dari prediksi para analis. Mereka juga mengumumkan akan menghentikan program pembelian kembali saham. Langkah ini diambil sambil mereka berusaha menyelesaikan kesepakatan besar dengan Warner Bros.

Di sisi lain, ada kabar baik dari sisi iklan. Penjualan iklan diprediksi bakal berlipat ganda. Sayangnya, itu tak cukup untuk menutupi gambaran keseluruhan. Netflix sendiri memperkirakan pertumbuhan pendapatannya akan melambat, dari 16 persen di 2025 menjadi sekitar 14 persen di tahun ini.

Jadi, ceritanya jadi dua sisi. Di satu sisi, angka-angka keuangannya masih kuat. Di sisi lain, pertumbuhan yang melambat seperti jadi pertanda fase baru bagi raksasa streaming ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar