Hari ini, Presiden Prabowo Subianto turun langsung melihat dampak bencana di Sumatera Barat. Ia didampingi Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. Rombongan mengunjungi sejumlah lokasi yang porak-poranda akibat banjir dan tanah longsor, dari permukiman warga hingga infrastruktur vital yang rusak parah.
Perjalanan diawali di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam. Di sana, Presiden tak hanya mengecek proses penanganan darurat, tapi juga berbincang dengan warga. Ia melihat dari dekat rumah-rumah yang masih terendam, sambil memastikan bantuan logistik dan pemulihan lingkungan berjalan tepat sasaran.
Selanjutnya, rombongan bergerak ke Kabupaten Padang Pariaman. Mereka meninjau Jembatan Bailey di Padang Mantuang yang putus diterjang banjir akhir November lalu. Jembatan ini bukan sekadar beton dan besi, melainkan urat nadi penghubung aktivitas ribuan warga. Kerusakannya sempat memutus konektivitas wilayah secara serius.
Tak berhenti di situ, agenda dilanjutkan ke Jalan Nasional Lembah Anai di Tanah Datar. Kondisinya memprihatinkan putus total. Mengingat ini adalah jalur utama masuk dan keluar Sumbar, Presiden mencermati dengan saksama kerusakan pada badan jalan dan tebing yang longsor. Pemandangan di sekitarnya memperlihatkan betapa dahsyatnya gempuran alam kali ini.
Menariknya, sehari sebelumnya Mendagri Tito sudah lebih dulu menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Sumbar.
"Saya memahami bahwa Buya (Gubernur Sumbar) dan seluruh tim kerja sangat responsif dan cepat dalam penanganan awal bencana,"
ungkap Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025). Pernyataan itu disampaikan saat penyerahan bantuan kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
Dalam kunjungan ini, Prabowo tidak sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Hadir antara lain Menkretneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan MenESDM Bahlil Lahadalia. Turut serta pula Kepala BNPB Suharyanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari sisi teknis, Wamen PUPR Diana Kusumastuti dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga ikut dalam rombongan.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Tinjau Transformasi Nusakambangan Jadi Pulau Kemandirian dan Pusat Keterampilan Napi
Pemerintah Eksekusi dan Tata Ulang Kawasan Hotel Sultan demi Optimalisasi Aset Negara Senilai Rp17,87 Triliun
MPR RI dan UNHAS Kaji Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Perkuat Demokrasi Ekonomi
Juru Parkir di Brebes Gagalkan Pencurian Rp3,6 M, Dapat Hadiah Umrah dari Pemilik Mobil