Tapi rupanya, prospek ke depan yang bikin was-was. Manajemen memproyeksikan laba untuk kuartal pertama tahun ini akan lebih rendah dari prediksi para analis. Mereka juga mengumumkan akan menghentikan program pembelian kembali saham. Langkah ini diambil sambil mereka berusaha menyelesaikan kesepakatan besar dengan Warner Bros.
Di sisi lain, ada kabar baik dari sisi iklan. Penjualan iklan diprediksi bakal berlipat ganda. Sayangnya, itu tak cukup untuk menutupi gambaran keseluruhan. Netflix sendiri memperkirakan pertumbuhan pendapatannya akan melambat, dari 16 persen di 2025 menjadi sekitar 14 persen di tahun ini.
Jadi, ceritanya jadi dua sisi. Di satu sisi, angka-angka keuangannya masih kuat. Di sisi lain, pertumbuhan yang melambat seperti jadi pertanda fase baru bagi raksasa streaming ini.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas