Jerome Powell, sang ketua Federal Reserve, kini menghadapi badai. Departemen Kehakiman Amerika Serikat secara resmi membuka penyelidikan kriminal terhadap dirinya. Ini bukan perkara kecil.
Dalam sebuah pernyataan video yang cukup mengejutkan, Powell mengungkapkan bahwa bank sentral telah menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman. Intinya, mereka mengancam akan mendakwanya secara pidana. Tuduhannya berkaitan dengan kesaksian yang ia berikan di hadapan Kongres. Soalnya soal apa? Proyek renovasi markas besar The Fed di Washington yang dituding membengkak biayanya. Pihak berwenang menilai Powell melakukan manipulasi saat menjawab pertanyaan senator tahun lalu.
Namun begitu, Powell punya pandangan lain. Ia merasa penyelidikan ini punya aroma balas dendam politik. Dalam videonya, ia menyiratkan bahwa langkah hukum ini dibuka karena ia telah memicu kemarahan Presiden Donald Trump. Penyebabnya klasik: ia dianggap menolak untuk menurunkan suku bunga dengan tempo yang lebih cepat sesuai keinginan Gedung Putih.
Powell bukan orang pertama yang berselisih dengan Trump lalu berurusan dengan Departemen Kehakiman. Ia hanyalah sosok terbaru dalam daftar itu. Tapi posisinya sebagai ketua bank sentral membuat kasus ini istimewa dan berbahaya bagi stabilitas.
Artikel Terkait
Keluarga Ini Rela Siksaan Makan 5,5 Kg Durian Demi Naik Pesawat
Tarif Kereta Jepang Naik, Liburan ke Negeri Sakura Bakal Lebih Mahal
KPK Dalami Aliran Rp600 Juta ke Anggota DPRD Bekasi
Menko Airlangga Anggap Ancaman Tarif Trump ke Iran Tak Ganggu Perekonomian Indonesia