Sjafrie Ingatkan Prajurit Pembangunan: Kalian Tetap Pasukan Tempur

- Selasa, 13 Januari 2026 | 21:18 WIB
Sjafrie Ingatkan Prajurit Pembangunan: Kalian Tetap Pasukan Tempur

Kutai Barat, Kalimantan Timur – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin baru-baru ini menyempatkan diri mengunjungi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP 827). Di area marshalling mereka, Sjafrie langsung memberikan penekanan khusus. Intinya jelas: jangan terkecoh oleh nama "pembangunan".

Baginya, batalyon infanteri tetaplah pasukan tempur. Itu fungsi utamanya.

"Kamu adalah prajurit Batalyon Infanteri. Yang bertugas untuk mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh," tegas Sjafrie dalam arahannya, Selasa (13/1) lalu.

"Kamu harus tunjukkan dirimu di daerah operasi, bahwa kamu adalah prajurit-prajurit infanteri."

Namun begitu, aspek lain tak boleh dilupakan. Batalyon ini memang dibentuk dengan misi ganda. Di satu sisi, mereka pasukan tempur. Di sisi lain, mereka juga punya peran mendukung pembangunan bangsa. Menurut Sjafrie, hal ini penting.

"Kita bisa membantu pemerintah di dalam mengatasi kesulitan di dalam pembangunan," paparnya.

"Itulah sebabnya kalian disusun di dalam satu kompi-kompi. Ada kompi pertanian, peternakan, dan juga ada kesehatan dan konstruksi. Ini semua untuk memberi kemampuan tambahan kepada kalian."

Kunjungan itu sendiri rupanya meninggalkan kesan baik. Sjafrie mengaku bangga dengan laporan yang diterimanya. Meski usia batalyon ini belum genap setahun, para prajuritnya sudah menunjukkan kapabilitas yang menjanjikan. Mereka tak cuma siap tempur, tapi juga punya bekal keterampilan lain.

Harapannya ke depan jelas. Ia ingin prajurit dari batalyon ini menjadi contoh, semacam penjuru untuk TNI AD.

"Saya mengharap satu saat dari Batalyon ini, tampil prajurit-prajurit yang unggul, tampil prajurit-prajurit yang andal," tutur Sjafrie menutup arahan.

"Yang kita akan jadikan sebagai penjuru-penjuru di dalam membina Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar