MPR RI Resmi Buka LCC Empat Pilar Tingkat Provinsi Kaltim, Tekankan Pendidikan Karakter dan Nasionalisme Pelajar

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:20 WIB
MPR RI Resmi Buka LCC Empat Pilar Tingkat Provinsi Kaltim, Tekankan Pendidikan Karakter dan Nasionalisme Pelajar

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang adu pengetahuan, melainkan wahana pendidikan karakter yang dirancang untuk memperkuat nasionalisme di kalangan generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Anggota MPR RI dari Kelompok Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, saat meresmikan pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat provinsi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Adik-adik sekalian, LCC ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk menguji wawasan kebangsaan secara teori. Ini adalah wadah pendidikan karakter bagi generasi muda,” ujar Mirni dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap setelah kompetisi ini, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Mirni menyambut antusias para peserta yang berasal dari sembilan sekolah yang berhasil melaju ke babak penyisihan tingkat provinsi. Mereka adalah SMA Nasional KPS, SMAN 1 Tenggarong, SMAN 10 Samarinda, MAN Kutai Barat, SMAN 2 Berau, SMAN 1 Sanggatta Utara, SMKN 1 Bontang, SMAN 1 Bontang, dan MAN Insan Cendekia Paser.

Menurut Mirni, kemenangan sejati lahir dari proses yang jujur dan adil. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menerima hasil lomba dengan lapang dada. “Hormati keputusan dewan juri, hargai lawan bertanding, dan utamakan kejujuran di atas segalanya. Selamat mengikuti lomba dan berikan kemampuan terbaik kalian!” paparnya. Sebagai penyemangat, ia juga menjanjikan tambahan uang saku pribadi bagi tim yang nantinya berhasil menang dan mewakili Kalimantan Timur ke Jakarta.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Kalimantan Timur, Winarno, berharap agar LCC Empat Pilar MPR RI terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi ini sangat efektif untuk mendorong terwujudnya generasi yang melek terhadap Empat Pilar MPR RI. “Mudah-mudahan ajang ini terus berlanjut karena sangat efektif untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam serta implementasi nilai-nilai kebangsaan bagi siswa-siswi kita, khususnya di jenjang SMA, SMK, dan sederajat,” tuturnya.

Winarno mengakui bahwa nilai-nilai wawasan kebangsaan saat ini mulai agak luntur. Ia berharap semangat Empat Pilar ini dapat membangkitkan kembali nilai-nilai tersebut. Ia juga mengenang masa sekolahnya sebelum amandemen, ketika Pancasila dan UUD 1945 dipelajari dengan sangat ketat. Dengan adanya perkembangan hasil amandemen terbaru, Winarno menilai sosialisasi secara masif, seperti melalui LCC ini, menjadi sangat penting. “Sekarang setelah mengalami beberapa kali amandemen, strukturnya sudah berkembang pesat dan anak-anak zaman sekarang mungkin banyak yang belum terlalu hafal. Melalui LCC ini, materi-materi tersebut digali kembali,” jelasnya. Ia pun berharap ke depan ada program pengembangan berupa bimbingan teknis khusus untuk guru Pendidikan Kewarganegaraan yang dipromotori langsung oleh MPR RI.

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta telah mendapatkan pemaparan materi dalam technical meeting oleh Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI, Wahid Nugroho. Ia mengapresiasi capaian para peserta yang merupakan perwakilan dari sembilan sekolah terbaik yang telah lolos seleksi di tingkat kabupaten dan kota. “Passing grade kalian luar biasa, di atas 90. Artinya, dari 100 soal, salahnya kurang dari 10. Mari berikan tepuk tangan untuk kita semua!” paparnya.

Wahid juga menjelaskan sejumlah pembaruan dalam perlombaan tahun ini, salah satunya adalah penerapan sistem VAR (Video Assistant Referee). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perselisihan atau ketidakpuasan terkait hasil penilaian. Jika terjadi sengketa, inspektur juri akan menilai kembali melalui rekaman video yang dapat dilihat bersama. “Langkah ini kita ambil agar kompetisi berjalan lebih terbuka, jujur, dan akuntabel,” tegasnya.

Para peserta harus melewati tiga sesi penyisihan yang menantang. Sesi pertama adalah “Wawasan Empat Pilar”, di mana setiap tim harus menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat secara bergiliran. Sesi kedua beralih ke format “Tematik” yang menuntut kerja sama tim dalam menyampaikan argumen pro dan kontra terhadap studi kasus yang ditentukan melalui undian spin acak. Terakhir, sesi “Rebutan” menjadi ujian pamungkas yang mengadu ketangkasan individu untuk menjawab pertanyaan secara mandiri tanpa bantuan rekan setim. Seluruh sesi ini dinilai oleh dewan juri yang berasal dari unsur akademisi Universitas Mulawarman Kalimantan Timur, yakni Alim Salamah, Nur Fitri Handayani, dan Triandi Bimankalid.

Peresmian kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI, Wahid Nugroho beserta jajarannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Winarno, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Jasniansyah, serta seluruh guru pendamping peserta.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar