Prabowo Soroti Permainan Impor yang Bikin Rakyat Sakit Hati

- Senin, 12 Januari 2026 | 23:35 WIB
Prabowo Soroti Permainan Impor yang Bikin Rakyat Sakit Hati
Prabowo Singgung Praktik Impor yang Rugikan Rakyat

Prabowo Singgung Praktik Impor yang Rugikan Rakyat

Senin, 12 Januari 2026

Dalam sebuah acara peresmian di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto tak sungkan menyoroti persoalan yang menurutnya telah lama menggerogoti sektor energi. Suaranya tegas, penuh ketidakpuasan. Ia menyinggung keras praktik pengelolaan dan impor yang dinilai merugikan rakyat banyak.

Menurutnya, masyarakat sudah merasakan sendiri dalam beberapa tahun belakangan. Ada yang salah dalam manajemen, ada permainan tidak sehat di tubuh Pertamina dan sektor ESDM. Hal itu, ujarnya, harus diakui. Tidak bisa dipungkiri lagi.

"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya," kata Prabowo dengan nada tinggi. "Orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar."

Dengan impor dari luar, lanjutnya, harga bisa dimanipulasi dan dikutip. Akibatnya? "Sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," tegasnya.

Pernyataan itu ia sampaikan saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Kalimantan Timur. Suasana saat itu terasa serius. Di sisi lain, Prabowo langsung menegaskan komitmennya untuk membersihkan Pertamina.

Ia mengaku secara khusus menunjuk Simon Aloysius sebagai Direktur Utama. Pesannya sederhana namun berat: jangan cari kekayaan.

"Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas, jangan korupsi," ujarnya.

"Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan (yang bernilai) USD 100 miliar."

Pesan itu jelas sebuah mandat sekaligus peringatan. Pertamina, dengan nilai yang begitu besar, harus dikelola dengan bersih. Tidak ada ruang untuk keserakahan. Itulah poin yang ingin ditekankan Prabowo di hadapan publik hari itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar