Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, pada Minggu malam. Ucapan belasungkawa itu diunggah melalui akun Instagram resmi Presiden dengan menyertakan foto hitam putih almarhum beserta keterangan jabatannya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-25 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.
"Innaa lillahi wa inna 'ilaihi raaji'uun. Turut berduka cita atas wafatnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu," demikian bunyi unggahan tersebut, sebagaimana dikutip dari cerita di akun Instagram @prabowo. Pada bagian bawah unggahan itu, tertera nama Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia.
Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhir pada hari yang sama pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel Arm Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) rumah sakit tersebut.
"Benar, kami mendapat informasi berita duka cita bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD," ujar Rico di Jakarta, Minggu.
Sementara itu, TNI Angkatan Darat menyatakan bahwa kepergian Ryamizard merupakan kehilangan besar bagi institusi dan bangsa Indonesia. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa almarhum adalah sosok prajurit yang mendedikasikan hidupnya untuk negara melalui berbagai penugasan strategis, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.
Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan merupakan putra dari Brigjen TNI Musannif Ryacudu. Sepanjang karier militernya, ia menempati sejumlah posisi strategis hingga dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada periode 2002–2005. Di bawah kepemimpinannya, TNI AD terus memperkuat profesionalisme, disiplin, dan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan negara.
Setelah menyelesaikan masa tugas di lingkungan militer, Ryamizard kembali mendapat amanah sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019. Dalam jabatan tersebut, ia berperan dalam penguatan sistem pertahanan nasional dan peningkatan kapasitas pertahanan negara di tengah perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.
Donny menambahkan bahwa Ryamizard dikenal di kalangan prajurit sebagai pemimpin yang tegas, berani, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa dan negara. Kepergiannya meninggalkan warisan pengabdian yang akan terus dikenang dalam sejarah TNI Angkatan Darat dan perjalanan bangsa Indonesia.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Tetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, Peringati Pidato Bersejarah Soekarno di Sidang BPUPKI
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD, Akan Dimakamkan di TMP Kalibata
Israel Masuk Daftar Hitam PBB soal Kekerasan Seksual di Konflik, Tel Aviv Putus Komunikasi dengan Guterres
Seluruh BPC HIPMI Maluku Utara Sepakat Sukseskan Musdalub demi Persatuan dan Kepemimpinan Baru