Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak

- Selasa, 13 Januari 2026 | 11:15 WIB
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersiap melakukan gebrakan besar. Perusahaan pelat merah ini berencana merampingkan struktur grupnya secara masif, menyasar lebih dari 60 anak perusahaan yang dimilikinya. Langkah ini tak main-main dan merupakan bagian dari strategi jangka panjang mereka, yang dijuluki "Telkom 30".

Menurut Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, saat ini sedang berlangsung penilaian menyeluruh terhadap seluruh portofolio anak usahanya. Tujuannya jelas: memastikan setiap unit bisnis selaras dengan fokus utama grup, yaitu infrastruktur digital.

"Formulasi yang nantinya menentukan apakah akan di-divest, jual, apakah akan ditutup, apakah akan digabungkan diantara beberapa anak perusahaan di dalam Telkom, ataupun bahkan digabungkan dengan anak perusahaan lain di dalam Danantara,"

ujar Dian dalam sebuah program wawancara, Selasa lalu.

Jadi, masa depan keenam puluh lebih anak perusahaan itu akan beragam. Opsinya banyak, mulai dari dilepas, dijual, sampai ditutup sama sekali. Namun begitu, ada juga peluang penggabungan. Terutama dengan BUMN lain di bawah payung Danantara yang punya lini bisnis serupa seperti di bidang perhotelan, kesehatan, atau asuransi. "Jadi memang ada yang tadi ya, didivest, ada yang akan dijual, ada yang akan ditutup, ada yang akan digabungkan, akan ada yang di-simplify, di-multiply. Maksudnya, akan diperbesar, di-expand," lanjut Dian menjelaskan.

Di sisi lain, langkah agresif ini punya target yang ambisius. Telkom ingin meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) dan mendongkrak kapitalisasi pasarnya berlipat ganda pada 2030. Target itu, diakui Dian, mustahil tercapai jika masih membawa beban unit-unit bisnis yang tidak relevan atau tidak memberi nilai tambah bagi grup.

"Akan dilakukan perampingan supaya memang anak perusahaan yang dimiliki itu bergerak di dalam koridor telekomunikasi, koridor infrastruktur digital. Kami mengeliminasi hal-hal yang tidak ada hubungannya, yang tidak perlu atau yang tidak create value for the group," tegasnya.

Pada akhirnya, strategi "Telkom 30" ini adalah sebuah pernyataan. Komitmen untuk bertransformasi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi pemain infrastruktur digital yang lebih ramping, fokus, dan bernilai tinggi. Mereka sedang memilih untuk berkonsentrasi, meninggalkan yang tak sejalan, demi lompatan besar satu dekade mendatang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar