Karel Mainaky, pelatih ganda putri, tampak puas dengan progres Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari. Targetnya jelas: juara Indonesia Masters 2026 Super 500. Padahal, pasangan yang akrab disapa Ana/Trias ini baru dirangkai pertengahan 2025 lalu. Sebelumnya, Ana berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi, sementara Trias menemani Rachel Allessya Rose.
Perjalanan mereka terbilang cepat. Tak butuh waktu lama, mereka langsung menorehkan prestasi sebagai runner up di Australia Open 2025. Lalu, di SEA Games 2025, mereka berhasil membawa pulang medali perak. Sayang, di final nomor perorangan, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Pearly/Thinaah.
Namun begitu, rasa itu tak berlangsung lama.
Di Malaysia Open 2026, Ana/Trias menunjukkan taring. Di babak 16 besar, di depan publik tuan rumah, mereka berhasil membalas kekalahan itu. Dengan permainan solid, mereka menaklukkan Pearly/Thinaah dalam dua gim langsung, 26-24 dan 21-17. Sebuah pernyataan.
Sayang, langkah mereka terhenti di perempatfinal oleh wakil Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Meski begitu, bagi Karel, kekalahan itu tak menutupi perkembangan signifikan yang ditunjukkan keduanya.
"Penampilan Ana/Trias di Malaysia Open 2026 sudah cukup baik," ujar Karel.
“Mengalahkan Pearly/Thinaah di rumah mereka merupakan pencapaian yang bagus karena tidak mudah,” tambahnya, seperti dikutip dari keterangan resmi PBSI, Selasa (13/1/2026).
Adik dari Rexy Mainaky ini melihat ada satu hal yang masih perlu dibangun. “Secara performa terus berkembang. Tapi secara tidak sadar, mereka belum yakin kalau mereka itu bisa,” imbuhnya.
Nah, keyakinan itulah yang ingin diuji di turnamen berikutnya.
Karel, pelatih berusia 49 tahun itu, punya harapan besar untuk Indonesia Masters 2026 yang digelar 20-25 Januari mendatang. Ia ingin Ana/Trias, dan juga ganda putri Indonesia lainnya, tampil lebih baik. Lebih garang.
"Saya berharap di Indonesia Masters, Ana/Trias bisa lebih baik. Saya menargetkan bisa ada gelar juara," tutup Karel.
Targetnya jelas, tinggal eksekusinya.
Artikel Terkait
Simon Santoso, Pebulu Tangkis Terakhir yang Juarai Indonesia Open Tunggal Putra 14 Tahun Lalu
PSIS Semarang Terancam Gagal Rekrut Carlos Fortes Akibat Sanksi FIFA di Tengah Rencana Kebangkitan Bersama Widodo Cahyono Putro
PSM Makassar Tutup Musim Pahit di Papan Bawah, Ahmad Amiruddin Isyaratkan Perombakan Besar dan Peluang Kembalinya Darije Kalezic
PSM Makassar Kehilangan Yuran Fernandes, Pelatih Baru Hadapi Tugas Berat Isi Kekosongan Kapten di Tengah Sanksi FIFA