Mutasi besar-besaran terjadi di tubuh Polda Jawa Tengah. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 13 Kapolres di wilayah itu akhirnya mengalami rotasi jabatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah pergeseran di Kabupaten Karanganyar.
Upacara serah terima jabatan digelar pagi tadi, Senin (12/1), tepat pukul sepuluh di Gedung Borobudur Mapolda. Acara itu diikuti oleh 32 perwira menengah. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya adalah Pejabat Utama Polda, sementara sisanya adalah para Kapolres yang dimutasi.
AKBP Arman Sahti kini mengambil alih kursi Kapolres Karanganyar. Posisinya sebelumnya dipegang oleh AKBP Hadi Kristanto, yang setelah rotasi ini justru ditugaskan memimpin Polres Jepara.
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut. Turut hadir para pejabat utama lain dan tentu saja, seluruh Kapolres yang masuk dalam daftar mutasi. Menurut Kapolda Irjen Ribut Hari Wibowo, rotasi seperti ini adalah hal yang biasa dalam pembinaan karier di Polri.
"Serah terima jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penyelenggaraan organisasi di lingkungan Polri. Mutasi jabatan adalah hal yang wajar dan akan terus bergulir dalam sebuah organisasi,"
Ribut mengingatkan agar proses serah terima di masing-masing wilayah nantinya tidak dilakukan secara berlebihan. Ini bentuk empati terhadap kondisi masyarakat saat ini.
Dia juga menggarisbawahi tantangan berat di depan mata.
"Februari dan Maret ke depan akan menjadi periode yang cukup menantang bagi Polri, seiring dengan pelaksanaan ibadah puasa, pengamanan arus mudik Lebaran, serta kesiapsiagaan dalam menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi,"
Di akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejabat lama. Dedikasi mereka di Jawa Tengah, harapannya, menjadi fondasi bagi kinerja baru untuk menjawab segala tantangan yang ada.
Artikel Terkait
Analis: Gencatan Senjata Iran-AS-Israel Rapuh, Perdamaian Masih Jauh
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Sumut, Nelayan Diminta Waspada
UN Women: Lebih dari 38.000 Perempuan dan Anak Perempuan Tewas di Gaza Sejak 2023
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan