SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Tengah Tantangan Global

- Senin, 12 Januari 2026 | 23:10 WIB
SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Tengah Tantangan Global

Di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, suasana Puncak Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat 2025 berlangsung khidmat. Pada Senin (12/1/2026) itu, Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pesan yang tegas. Intinya, partainya harus ambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang menghimpit Indonesia.

“Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres,” tegas SBY.

Dia melanjutkan dengan nada serius, “Sudah banyak masalah yang dihadapi bangsa ini, jangan ditambah lagi oleh kita semua.”

Menurutnya, jalan menuju cita-cita Indonesia sebagai negara maju di 2045 memang penuh tantangan. Tapi SBY meyakini, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dia mendorong partainya untuk percaya pada kekuatan kebersamaan dan kepemimpinan yang efektif.

“Kita harus bekerja sekuat tenaga,” ujarnya, lantas menyelipkan peribahasa yang familiar. “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu dalam arti berupaya, kemudian insyaallah kita akan bahagia di akhirnya nanti.”

Pidatonya kemudian mengalir ke isu global. SBY melihat kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia merasa para pemimpin di seluruh dunia punya tanggung jawab moral yang besar untuk mengarahkan dunia ke jalan yang benar.

“Dunia kita sekarang ini sedang dalam keadaan tidak baik. Oleh karena itu para pemimpin dunia, bangsa-bangsa sedunia, punya tanggung jawab moral agar dunia ini tidak mengarah ke arah yang salah,” paparnya.

“Semua bertanggung jawab dan "do something" untuk memastikan dunia yang kita cintai makin ke depan makin damai, makin adil dan makin sejahtera,” tambah SBY, menekankan pentingnya aksi nyata.

Di sisi lain, untuk konteks dalam negeri, SBY punya formula sendiri. Selain kepemimpinan yang efektif dan pikiran-pikiran cerdas, ada satu hal lain yang mutlak diperlukan: kerukunan.

“Yang diperlukan di samping pikiran cerdas, kepemimpinan yang efektif di seluruh negeri, tapi juga persaudaraan, kerukunan, kebersamaan dari seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya menutup pesannya. Hanya dengan fondasi itulah, Indonesia bisa melangkah lebih baik lagi ke masa depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar