SBY Tegaskan di Puncak Natal Demokrat: Mataharinya Hanya Satu, AHY

- Senin, 12 Januari 2026 | 22:30 WIB
SBY Tegaskan di Puncak Natal Demokrat: Mataharinya Hanya Satu, AHY

Puncak perayaan Natal nasional Partai Demokrat digelar hari ini. Suasana di lokasi acara terasa hangat, penuh hiasan khas hari raya. Di tengah keramaian itu, hadir Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Tinggi partai, yang memberikan pidato penting.

Menurut sejumlah saksi, SBY sapaan akrabnya langsung membuka pidatonya dengan menjelaskan ketidakhadiran sang Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono. Rupanya, AHY sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam suatu urusan di Kalimantan Timur.

"Sebagaimana kita ketahui, Mas AHY sedang mengemban tugas mendampingi Bapak Presiden Prabowo di Kalimantan Timur. Tentu bagi Demokrat, country first, people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,"

Ucapan itu disambut anggukan hadirin. SBY lalu melanjutkan, sebenarnya dirinya tidak direncanakan untuk berpidato malam itu. Posisi itu adalah hak AHY sebagai pemimpin.

Namun begitu, momen itu justru dimanfaatkannya untuk menegaskan sebuah poin krusial. Dengan nada tegas namun santai, ia menyatakan siapa sosok nomor satu di partainya.

"Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior. Mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,"

Pernyataan itu jelas sekali, tidak ada ruang untuk tafsir lain. Di partai Demokrat, AHY adalah matahari satu-satunya.

Meski secara fisik tak hadir, AHY sendiri tetap menyapa kader dan masyarakat. Lewat sambungan virtual, ia menyampaikan pesan-pesannya. Ajakan untuk bersatu dan berdoa bersama ia lontarkan. Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas, terutama untuk mereka yang sedang tertimpa musibah.

"Mari bersatu dalam misi kemanusiaan agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan,"

Pidatonya singkat, namun berisi. Intinya jelas: ajakan untuk bergotong-royong membangun Indonesia ke depan. Acara pun berlangsung lancar, meriah, dan penuh makna.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar