Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa lalu, terungkap sebuah julukan tak biasa yang beredar di lingkungan Kemendikbudristek. Mantan Plt Kasubdit Cepy Lukman Rusdiana menyebut Jurist Tan, staf khusus yang kini buron, kerap dipanggil 'Bu Menteri' oleh rekan-rekan kerjanya.
Hal ini muncul dalam pembacaan berita acara pemeriksaan Cepy. Sidang itu sendiri mengadili tiga terdakwa: Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan seorang konsultan bernama Ibrahim Arief atau Ibam.
Menurut keterangan Cepy, pengaruh Jurist Tan begitu besar. Dia bisa ikut campur dalam urusan teknis seperti pengadaan Chromebook, misalnya. Padahal, seharusnya itu bukan ranahnya. Kekuasaannya bahkan sampai pada titik di mana dia bisa berbicara secara sangat tidak formal kepada mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.
"Berdasarkan informasi dari teman-teman kantor dan saat itu dari pimpinan-pimpinan kami, bahwa 'Bu Menteri' ini ya menteri sesungguhnya Jurist Tan gitu loh karena punya kekuasaan yang hampir sama dengan Pak Menteri," jawab Cepy di persidangan.
Hakim Andi Saputra pun bertanya lebih lanjut. Dia ingin memastikan maksud julukan tersebut, setelah membacakan kutipan BAP yang menyebut Jurist Tan bisa berkata 'lu gue' ke Nadiem di hadapan banyak pejabat.
"'Bu menteri' bukannya istrinya ya, bukan itu maksudnya? Oh ini untuk menunjukkan bahwa dia sangat powerful?" tanya jaksa menyela.
Pertanyaan itu seolah menyiratkan keheranan. Bagaimana mungkin seorang staf khusus bisa memiliki kewibawaan sedemikian rupa, hingga mendapat gelar yang setara dan berani bersikap sangat akrab di depan publik internal kementerian. Suasana kekuasaan yang digambarkan punya nuansa tersendiri, jauh dari formalitas birokrasi yang biasa kita bayangkan.
Artikel Terkait
Ade Govinda dan Gloria Jessica Kolaborasi dalam Album Blue Bertema Patah Hati
Kemenkes Siapkan Aturan Ketat Vape, Disamakan dengan Rokok Tembakau
Seminar di Solo Dorong Bank Daerah Perkuat Peran sebagai Motor Pembiayaan Pembangunan
Mobil Pemain Sandiwara Terseret Banjir di Indramayu, Warga Bantu Evakuasi