Jeruk Mandarin: Kisah di Balik Simbol Keberuntungan Saat Imlek

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:15 WIB
Jeruk Mandarin: Kisah di Balik Simbol Keberuntungan Saat Imlek

Warna oranye cerahnya langsung mencolok mata. Menjelang Imlek, jeruk mandarin seolah jadi barang wajib. Ia menghiasi meja tamu, altar leluhur, hingga dibungkus rapi untuk dibagi-bagikan. Tahun 2026 nanti, tradisi ini tampaknya takkan berubah. Buah kecil ini bukan sekadar hiasan atau camilan, tapi sudah jadi simbol harapan.

Maknanya dalam. Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk mandarin dipercaya membawa keberuntungan, kekayaan, dan kebahagiaan. Itulah sebabnya, permintaannya di pasar selalu melonjak drastis setiap tahun baru Imlek mendekat. Beragam jenis pun berjejer, masing-masing dengan cerita dan filosofinya sendiri.

Dari Mana Asal Nama "Mandarin"?

Asal-usul namanya cukup menarik. Ternyata, penamaan "mandarin" pada jeruk ini tidak merujuk pada tempat asalnya. Melainkan, pada orang yang membawanya ke dunia Barat.

Pada abad ke-19, para imigran dari wilayah Kanton, China, yang memperkenalkannya. Menurut catatan Singapore Infopedia, istilah "mandarin" diduga kuat terkait dengan sebutan untuk para pejabat tinggi pemerintahan China di masa lalu. Seiring waktu, buah ini menyebar luas ke Amerika, Australia, dan berbagai wilayah tropis lainnya. Selain rasanya yang segar dan kaya vitamin, kepraktisannya bisa dimakan langsung atau dijus membuatnya makin digemari.

Simbol Emas dan Rezeki Melimpah

Lalu, kenapa jeruk mandarin punya tempat spesial di Imlek? Jawabannya ada pada permainan bunyi dalam bahasa Mandarin.

Kata "juzi" yang berarti jeruk mandarin, bunyinya mirip dengan "jinzi" yang artinya emas. Kemiripan pelafalan inilah yang kemudian mengaitkan buah ini dengan simbol kekayaan dan kemakmuran. Kehadirannya di rumah diyakini bisa mendatangkan kelancaran rezeki.

Tak cuma buahnya. Pohon jeruk mandarin, baik asli maupun replika, sering kita lihat di pintu masuk mal atau toko. Fungsinya sama: memancing keberuntungan bagi usaha. Semakin banyak buahnya, semakin melimpah pula rezeki yang diharapkan.

Biasanya, saat dibagikan sebagai hadiah, jeruk mandarin masih disertai tangkai dan beberapa helai daun. Ini bukan cuma agar awet. Daun dan tangkainya itu melambangkan harapan akan umur panjang dan kesuburan bagi si penerima.

Ragam Jenis dan Maknanya

Nah, buat yang mau menyiapkannya untuk Imlek 2026, pilihannya banyak. Setiap jenis punya karakter dan makna simbolisnya sendiri-sendiri.

Jeruk Ponkan mungkin yang paling populer. Ukurannya besar, kulitnya gampang dikupas, rasanya manis. Ia melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, cocok banget jadi pusat perhatian di meja.

Ada juga Jeruk Kinno. Rasanya manis dengan sentuhan asam, kulitnya juga mudah dibuka. Kinno dianggap membawa keseimbangan, harmoni, sekaligus kebahagiaan.

Kalau suka yang manis asam kuat, ada Dekopon. Jeruk ini simbol refleksi diri, mewakili keseimbangan antara suka dan duka dalam menjalani hidup.

Jeruk Murcott terkenal sangat berair dan manis. Maknanya sederhana: kebahagiaan dan kenikmatan hidup. Pas untuk dinikmati bareng keluarga.

Yang kulitnya agak kasar dan berkerut itu Lukan. Aromanya harum, rasanya manis asam. Ia membawa harapan dan kebahagiaan.

Praktis banget, Clementine biasanya tak berbiji dan mudah dikupas. Ia melambangkan kemudahan hidup dan tentu saja, keberuntungan.

Jeruk Santang warna kulitnya keemasan, persis seperti namanya yang melambangkan kekayaan. Biasanya disajikan dalam jumlah genap sebagai lambang keharmonisan.

Berbeda dengan yang lain, Swatow berkulit tebal dan agak sulit dikupas. Rasanya tidak terlalu manis, lebih ke tekstur kenyal. Justru di situlah maknanya: ketahanan dan umur panjang.

Mikan atau Satsuma itu kecil, kulitnya tipis, rasanya segar. Ia mewakili kesederhanaan dan kebahagiaan sederhana, sekaligus harapan baru di tahun depan.

Terakhir, Tangerine atau jeruk keprok. Rasa manisnya sering dimaknai sebagai simbol kehangatan hubungan. Ia memperkuat ikatan antara si pemberi dan penerima.

Jadi, saat Anda menata jeruk mandarin tahun depan, ingatlah bahwa setiap buah membawa doa. Dari rezeki yang berlimpah, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga. Ia lebih dari sekadar buah; ia adalah pengantar harapan untuk tahun yang lebih baik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler