Warna oranye cerahnya langsung mencolok mata. Menjelang Imlek, jeruk mandarin seolah jadi barang wajib. Ia menghiasi meja tamu, altar leluhur, hingga dibungkus rapi untuk dibagi-bagikan. Tahun 2026 nanti, tradisi ini tampaknya takkan berubah. Buah kecil ini bukan sekadar hiasan atau camilan, tapi sudah jadi simbol harapan.
Maknanya dalam. Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk mandarin dipercaya membawa keberuntungan, kekayaan, dan kebahagiaan. Itulah sebabnya, permintaannya di pasar selalu melonjak drastis setiap tahun baru Imlek mendekat. Beragam jenis pun berjejer, masing-masing dengan cerita dan filosofinya sendiri.
Dari Mana Asal Nama "Mandarin"?
Asal-usul namanya cukup menarik. Ternyata, penamaan "mandarin" pada jeruk ini tidak merujuk pada tempat asalnya. Melainkan, pada orang yang membawanya ke dunia Barat.
Pada abad ke-19, para imigran dari wilayah Kanton, China, yang memperkenalkannya. Menurut catatan Singapore Infopedia, istilah "mandarin" diduga kuat terkait dengan sebutan untuk para pejabat tinggi pemerintahan China di masa lalu. Seiring waktu, buah ini menyebar luas ke Amerika, Australia, dan berbagai wilayah tropis lainnya. Selain rasanya yang segar dan kaya vitamin, kepraktisannya bisa dimakan langsung atau dijus membuatnya makin digemari.
Simbol Emas dan Rezeki Melimpah
Lalu, kenapa jeruk mandarin punya tempat spesial di Imlek? Jawabannya ada pada permainan bunyi dalam bahasa Mandarin.
Kata "juzi" yang berarti jeruk mandarin, bunyinya mirip dengan "jinzi" yang artinya emas. Kemiripan pelafalan inilah yang kemudian mengaitkan buah ini dengan simbol kekayaan dan kemakmuran. Kehadirannya di rumah diyakini bisa mendatangkan kelancaran rezeki.
Tak cuma buahnya. Pohon jeruk mandarin, baik asli maupun replika, sering kita lihat di pintu masuk mal atau toko. Fungsinya sama: memancing keberuntungan bagi usaha. Semakin banyak buahnya, semakin melimpah pula rezeki yang diharapkan.
Biasanya, saat dibagikan sebagai hadiah, jeruk mandarin masih disertai tangkai dan beberapa helai daun. Ini bukan cuma agar awet. Daun dan tangkainya itu melambangkan harapan akan umur panjang dan kesuburan bagi si penerima.
Ragam Jenis dan Maknanya
Nah, buat yang mau menyiapkannya untuk Imlek 2026, pilihannya banyak. Setiap jenis punya karakter dan makna simbolisnya sendiri-sendiri.
Artikel Terkait
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002
Hujan Deras di Jakarta, Tiga Rute Transjakarta Dialihkan Akibat Genangan
Ribuan Nahdliyin Padati Istora, Rayakan Seabad NU dengan Semangat Merawat Peradaban