Menjelang hari raya, isu kelangkaan kerap menghantui. Apalagi dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Tapi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya kabar yang cukup menenangkan. Ia memastikan ketersediaan energi, khususnya gas LPG, di Ibu Kota dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikannya di sekitaran Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa lalu.
“Bahwa Jakarta dalam menyambut Idulfitri ini, semua kebutuhan termasuk energi, LPG, dan sebagainya terpenuhi dengan baik,” tegas Pramono.
Ia bahkan menyebut cadangan yang ada masih cukup banyak. Soal harga? Memang ada kenaikan, tapi angkanya disebut sangat kecil. Jadi, setidaknya untuk urutan gas, warga Jakarta bisa bernapas lega.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda untuk beberapa komoditas pangan. Pramono mengakui hal itu. Menjelang Lebaran, harga cabai keriting, beras, dan daging memang mengalami kenaikan. Untuk beras, kenaikannya sekitar 1 sampai 3 persen.
Tapi di sisi lain, ia menegaskan bahwa kenaikan harga itu tidak lantas berarti stok menjadi langka.
“Secara keseluruhan stok di Jakarta aman,” ujarnya lagi.
Pemantauan ketat akan terus dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI konon sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Targetnya sederhana: memastikan situasi tetap terkendali, tidak hanya sebelum Lebaran, tapi juga setelahnya.
“Sehingga, persoalan harga di Jakarta tetap termonitor dengan baik, dan kami akan terus memantau hingga setelah Lebaran,” jelas Pramono menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun