Atmosfer di Makassar terasa berbeda menjelang laga nanti. Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, justru terlihat lebih kalem. Ia dengan sengaja menurunkan ekspektasi. Bukan karena tak percaya diri, tapi ia melihat realitas di depan mata. Laga kontra Persita Tangerang di pekan ke-26 BRI Super League ini bakal jauh lebih berat ketimbang pertemuan pertama.
Waktu itu, Persebaya menang tipis 1-0. Tapi menurut Tavares, mengandalkan memori itu adalah kesalahan besar. Sepak bola selalu berubah. Dan Persita yang akan dihadapi Sabtu malam nanti, jelas bukan tim yang sama.
Mereka punya momentum. Itu yang berbahaya. Kemenangan gemilang 4-1 atas Madura United sebelum jeda kompetisi bukan sekadar angka. Itu adalah suntikan kepercayaan diri yang luar biasa. Ada energi baru yang mengalir, sesuatu yang membuat performa mereka melesat naik.
Di sisi lain, Persebaya justru terbebani. Kekalahan di laga terakhir masih terasa menyisakan jejak. Bekasnya masih ada. Dalam situasi seperti ini, Tavares tak banyak bicara soal formasi atau taktik canggih. Ia malah menyoroti hal yang sering dianggap sepele: mental.
Bagi pelatih asal Portugal itu, mental adalah fondasi segalanya. Tanpa itu, skema permainan secanggih apa pun akan ambruk saat tekanan datang. Sepak bola modern menuntut ketangguhan berpikir, bukan hanya kecepatan lari.
“Kepercayaan diri tidak datang secara instan,”
begitu kira-kira prinsip yang dipegangnya. Butuh proses. Butuh latihan berulang, evaluasi tanpa tedeng aling-aling, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan. Itulah yang jadi fokus latihan Persebaya belakangan ini.
Tapi tentu saja, membangun mental bukan berarti mengabaikan hal teknis. Justru sebaliknya. Tavares menekankan, keduanya harus sejalan. Ia menyoroti satu hal krusial yang sering luput: pengambilan keputusan di lapangan.
Artikel Terkait
Jean Mota Bawa Pelajaran Berharga dari Lionel Messi ke Persija Jakarta
Persipura Jayapura Hadapi Ujian Krusial Lawan PSIS dalam Perburuan Tiket Liga Super
PSM Makassar Evaluasi Skuad, Boboev Diincar Jadi Fondasi Musim Depan
Boboev Bawa Tajikistan ke Piala Asia 2027, Beri Harapan untuk PSM