AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis

- Selasa, 31 Maret 2026 | 23:00 WIB
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Nasib Selanjutnya Mo Salah

LIVERPOOL Kabar itu berhembus pelan tapi pasti: Mohamed Salah mungkin akan kembali ke Serie A. Klub lamanya, AS Roma, disebut-sebut punya minat. Tapi, ada satu syarat besar yang menggantung. Sang bintang harus rela memangkas gajinya secara drastis.

Baru-baru ini, lewat sebuah unggahan di media sosial yang penuh perasaan, Salah mengucapkan selamat tinggal pada Liverpool dan para pendukungnya. Rasanya seperti akhir dari sebuah era yang gemilang.

Padahal, musim panas lalu ia baru saja menandatangani kontrak dua tahun. Kontrak itu takkan diselesaikannya. Pemain berusia 33 tahun itu memutuskan untuk berpisah lebih awal.

Kedatangannya dari Roma di tahun 2017 dulu bagaikan angin segar. Selama bertahun-tahun di Merseyside, dia bukan sekadar pemain. Dia adalah legenda yang membantu membangkitkan kejayaan The Reds. Dua gelar Liga Premier, satu Liga Champions, dua Piala Carabao, dan satu Piala FA telah ia persembahkan.

Tak cuma itu. Penghargaan individu juga berhasil diraihnya. Tiga kali Pemain Terbaik PFA dan empat Sepatu Emas Premier League adalah bukti kehebatannya. Dia adalah ikon modern klub itu.

Lalu, ke mana dia akan pergi? Andy Brassell dari talkSPORT mencoba menerka-nerka.

"Uang itu penting, ya. Untuk siapa pun. Tapi kalau uang jadi satu-satunya tujuan Mo Salah, seharusnya dia sudah lama pindah ke Arab Saudi," ujarnya.

"Faktanya, kita hampir tak pernah benar-benar tahu apa yang ada di pikiran dia. Dia sangat tertutup soal ini."

Brassell melanjutkan, "Banyak yang mengira dia akan ke Arab Saudi karena dia superstar dari dunia Arab. Tapi dia bertahan di Liverpool dengan alasan yang kuat. Dia tak perlu membuktikan apa-apa lagi di sini."

"Dari sisi romantis, kembali ke Roma itu indah. Aku suka ide itu. Bayangkan dia menghabiskan tahun-tahun terakhir kariernya di Stadio Olimpico dengan seragam Roma. Dia pasti akan jadi pemain terbaik di liga."

Di sisi lain, ada contoh perpindahan pemain bintang baru-baru ini. Kevin De Bruyne, misalnya, hengkang dari Manchester City dan bergabung dengan Napoli secara gratis. Klub Italia itu bahkan menawarkannya nomor punggung 10 milik legenda Diego Maradona. Tapi De Bruyne menolak, memilih nomor 11 sebagai bentuk penghormatan.

Meski sempat cedera hamstring, dalam 11 penampilannya di Serie A, ia sudah cetak empat gol dan masih bisa tampil di Liga Champions.

Nah, soal gaji, inilah persoalan utamanya. Pemain dengan bayaran tertinggi di Italia saat ini adalah Dusan Vlahovic dari Juventus, yang digaji sekitar €22,2 juta per tahun. Sementara di Roma, pemain bergaji tertinggi adalah Paulo Dybala, dengan sekitar €7 juta per tahun.

Angka itu jauh di bawah yang diterima Salah di Premier League, yang mencapai £21 juta per tahun. Penurunan yang sangat signifikan.

Namun begitu, Brassell punya pandangan lain. Menurutnya, ada satu liga yang jarang disebut tapi bisa memenuhi banyak kriteria untuk Salah.

"Liga itu bisa menyatukan semua minat potensialnya, yaitu Galatasaray atau Fenerbahce di Turki," ungkapnya.

"Mereka pilihan yang jelas. Kalau dia ingin sukses di negara Muslim, Turki adalah tempatnya. Dulu Nicolas Anelka merasakan hal itu saat bergabung dengan Fenerbahce. Pengalaman itu mengubahnya, baik secara sepak bola maupun pribadi."

"Plus, kamu bisa dapat gaji terbesar di Eropa di sana. Memang tak sebanyak di Timur Tengah, tapi lebih besar dari klub Premier League mana pun, apalagi Serie A."

"Kamu juga bisa main Liga Champions dan dipuja di stadion yang selalu penuh. Kriteria-kriteria itu sepertinya cocok untuk Mo Salah. Kita jangan remehkan betapa diamnya dia soal masa depannya. Mungkin dia butuh waktu, mungkin sampai setelah Piala Dunia. Tapi kalau dia sudah memutuskan sesuatu, dia takkan diam-diam saja."

Spekulasi paling kuat selama ini memang Arab Saudi. Liga Pro Saudi sudah dihuni banyak bintang kelas dunia: Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, bahkan mantan rekan setimnya, Sadio Mane.

Tapi ada satu hal yang mungkin jadi ganjalan. Di sana, kesempatan bermain di Liga Champions sangat kecil. Padahal, kompetisi itu punya arti besar bagi Salah. Dia sudah mencetak 48 gol di ajang tersebut. Meninggalkan panggung elit Eropa mungkin bukan hal yang mudah baginya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar