Roony Bardghji Bantah Rumor Keributan Usai Dicoret dari Skuad Swedia untuk Piala Dunia 2026

- Jumat, 22 Mei 2026 | 12:01 WIB
Roony Bardghji Bantah Rumor Keributan Usai Dicoret dari Skuad Swedia untuk Piala Dunia 2026

Roony Bardghji tengah menghadapi masa sulit dalam kariernya. Setelah menjalani akhir musim yang penuh tantangan bersama Barcelona dengan minim menit bermain, pemain sayap berusia 20 tahun itu kembali menerima pukulan psikologis ketika pelatih tim nasional Swedia, Graham Potter, tidak menyertakan namanya dalam skuad 26 pemain untuk Piala Dunia 2026.

Kabar dari surat kabar Swedia, Aftonbladet, menyebutkan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh insiden yang terjadi saat perayaan keberhasilan Swedia mengalahkan Polandia di babak kualifikasi. Menurut laporan itu, Bardghji terlihat kesal dan mengeluhkan minimnya kesempatan bermain di bawah asuhan Potter.

Potter kemudian berusaha meredakan spekulasi dengan menyatakan bahwa ia tidak melihat kejanggalan apa pun selama pesta karena terlalu fokus merayakan kemenangan. Ia juga menambahkan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada prioritas pemain lain yang saat ini berada di atas Bardghji dalam hierarki tim.

Namun, Bardghji akhirnya angkat bicara. Dalam wawancara dengan Expressen, salah satu surat kabar terkemuka di Swedia, ia dengan tegas membantah tuduhan pelanggaran di ruang ganti.

“Saya memutuskan untuk tidak berkomentar tentang fakta bahwa saya tidak terpilih untuk Piala Dunia, karena saya mengerti bahwa itu adalah keputusan manajer. Saya selalu menghormati keputusan pelatih saya, baik saya setuju atau tidak,” ujar Bardghji.

Ia menjelaskan bahwa sifat rumor yang mendekati fitnah itulah yang mendorongnya untuk bersuara. “Saya mengerti bahwa saya harus berbicara karena rumor yang tersebar di artikel itu tidak berdasar. Saya sangat senang dan bangga bahwa kami lolos ke Piala Dunia, meskipun saya tidak bermain di lapangan. Saya masih merasa bahwa saya adalah bagian dari tim. Semua rumor yang telah dikatakan tentang saya adalah omong kosong,” tegasnya.

Pemain sayap itu juga menekankan komitmennya terhadap negara dan klubnya. “Bertentangan dengan apa yang dikatakan, saya sangat menikmati makan malam setelah pertandingan. Kami merayakannya bersama rekan-rekan setim saya, seperti yang saya lakukan setelah memenangkan liga bersama Barcelona minggu lalu,” jelasnya.

Di sisi lain, meskipun Bardghji ikut merayakan gelar La Liga Barcelona musim ini, masa depannya di klub tetap menjadi tanda tanya besar. Pelatih Hansi Flick jarang memberinya kepercayaan sepanjang musim. Bardghji rata-rata hanya bermain 16 menit per pertandingan, dengan catatan dua gol dan empat assist dari 27 penampilan.

Pada Maret lalu, ia sempat menyuarakan kekecewaannya secara terbuka. “Saya memiliki kesabaran, tetapi saya sungguh percaya bahwa saya pantas bermain lebih banyak. Saya tidak 100 persen bahagia,” keluhnya.

Peluang seharusnya terbuka ketika Lamine Yamal mengalami cedera saat melawan Celta de Vigo dan absen hingga akhir musim. Namun, Bardghji tidak mampu menunjukkan performa impresif dalam dua pertandingan terakhir. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia mungkin akan mencari kesempatan bermain lebih banyak di tempat lain.

Meski begitu, rumor yang beredar menyebutkan bahwa manajemen Barcelona, khususnya Deco, tidak berniat melepas pemain sayap muda tersebut. Spekulasi terus berkembang mengenai kemungkinan kepindahan, baik dalam bentuk pinjaman maupun transfer dengan opsi pembelian kembali.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags