Pemulangan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel di Gaza Tertunda, Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki

- Jumat, 22 Mei 2026 | 12:25 WIB
Pemulangan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel di Gaza Tertunda, Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki

Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Turki, sehingga kepulangan mereka ke Tanah Air belum dapat dilakukan. Kementerian Luar Negeri memastikan proses pemulangan masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut.

Para relawan itu sebelumnya sempat diculik dan ditahan oleh militer Israel saat tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Kini, mereka telah tiba di Istanbul, Turki, dalam keadaan selamat dan berada di bawah perlindungan perwakilan diplomatik Indonesia.

“Belum ada sampai saat ini. Masih menunggu pemeriksaan kesehatan,” ujar Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Hendra Oktavianus, dalam pesan tertulisnya pada Jumat (22/5/2026).

Kedatangan kesembilan WNI di Istanbul disambut langsung oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Momen tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram Menteri Luar Negeri Sugiono, @menluri, pada Jumat dini hari. Dalam foto yang dibagikan, para relawan tampak kompak mengenakan syal.

“Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” tulis Sugiono dalam unggahan tersebut.

Melalui sambungan telepon video, Sugiono mengaku telah berkomunikasi langsung dengan kesembilan relawan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memulangkan mereka dengan selamat ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” tuturnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar