Krisis Air Bersih di Kampung Apung Kapuk Teko: Air Tanah Keruh dan Berbau Karat
Warga Kampung Apung Kapuk Teko, Kalideres, Jakarta Barat, hingga saat ini masih bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, kondisi air tanah di kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Air tampak keruh, berwarna kekuningan, dan mengeluarkan bau karat yang menyengat, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Dampak Pencemaran Air pada Kehidupan Warga
Bukti pencemaran air terlihat jelas pada dinding-dinding MCK warga yang menguning akibat endapan air kotor. Saat ditimba, air sumur langsung mengeluarkan aroma tidak sedap. Warga terpaksa menampung air tersebut dalam ember atau bak mandi, yang perlahan berubah warna menjadi cokelat kekuningan.
Menurut Ketua RT 10, Rudi (55), penurunan kualitas air tanah telah terjadi sejak pertengahan tahun 1990-an. Ia menduga kuat bahwa kondisi ini disebabkan oleh kontaminasi limbah dari kawasan industri di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.
Upaya Warga Mendapatkan Air Bersih
Akibat kondisi air yang buruk, warga hanya menggunakan air sumur untuk keperluan mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, mereka harus membeli air dari pedagang keliling dengan harga Rp 6.000 per pikul. Setiap keluarga bisa menghabiskan 4-5 pikul air bersih per minggu, setara dengan 200 liter.
Rudi mengungkapkan bahwa sekitar 200 kepala keluarga di Kampung Apung Kapuk Teko telah berulang kali mengajukan permohonan pemasangan jaringan PAM. Meskipun warga, termasuk Usman (53), mengaku telah didata oleh pihak PAM, hingga kini belum ada realisasi pemasangan.
Respon Pemerintah Terhadap Keluhan Warga
Keluhan warga mengenai kualitas air yang keruh dan tidak layak konsumsi telah sampai ke Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Beliau memerintahkan Pemkot Jakarta Barat untuk segera menyalurkan bantuan air bersih.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, membenarkan laporan tersebut dan berjanji untuk berkoordinasi dengan PAM. Ia menyatakan bahwa akses PAM untuk wilayah Cengkareng dan Kalideres masih dalam proses dan diharapkan dapat segera terwujud.
Krisis air bersih di Kampung Apung Kapuk Teko menjadi perhatian serius yang membutuhkan solusi cepat dan tepat dari pihak berwenang, demi terpenuhinya hak dasar warga terhadap air bersih.
Artikel Terkait
Rayo Vallecano Pastikan Tiket Final UEFA Conference League 2026 Usai Kalahkan Strasbourg
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2
Kemenag Pastikan Pendidikan 252 Santri Ponpes di Pati Tetap Berlanjut Pasca Penutupan Akibat Kasus Pencabulan
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang