Krisis Air Bersih di Kampung Apung Kapuk Teko: Air Tanah Keruh dan Berbau Karat
Warga Kampung Apung Kapuk Teko, Kalideres, Jakarta Barat, hingga saat ini masih bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, kondisi air tanah di kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Air tampak keruh, berwarna kekuningan, dan mengeluarkan bau karat yang menyengat, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.
Dampak Pencemaran Air pada Kehidupan Warga
Bukti pencemaran air terlihat jelas pada dinding-dinding MCK warga yang menguning akibat endapan air kotor. Saat ditimba, air sumur langsung mengeluarkan aroma tidak sedap. Warga terpaksa menampung air tersebut dalam ember atau bak mandi, yang perlahan berubah warna menjadi cokelat kekuningan.
Menurut Ketua RT 10, Rudi (55), penurunan kualitas air tanah telah terjadi sejak pertengahan tahun 1990-an. Ia menduga kuat bahwa kondisi ini disebabkan oleh kontaminasi limbah dari kawasan industri di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe