Atap Madrasah di Bogor Ambruk, Siswa Beralih Belajar Daring

- Senin, 02 Februari 2026 | 22:48 WIB
Atap Madrasah di Bogor Ambruk, Siswa Beralih Belajar Daring

Cuaca buruk yang mengguyur kawasan Bogor akhir pekan lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Dua atap ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah, Cikeas Udik, ambruk. Kejadian ini, menurut keterangan pihak sekolah, tak lepas dari faktor usia bangunan yang sudah uzur, ditambah hujan dan angin kencang yang terus-menerus.

Kepala Sekolah, Dumuroh, menceritakan kronologinya. Menurutnya, insiden itu terjadi pada hari Minggu, tepatnya tanggal 1 Februari.

"Kejadiannya kemarin hari ini tanggal 1 Februari. Itu sekitar pukul 17.15-an," ujar Dumuroh.

Awalnya, hanya satu ruang kelas yang atapnya roboh. Namun begitu, dampak runtuhannya ternyata merembet. Kelas di sebelahnya ikut terkena imbasnya.

"Untuk kelas yang ambruk memang tidak kita gunakan. Akan tetapi, runtuhannya berdampak di kelas yang lain," jelasnya lagi.

Belajar dari Rumah untuk Sementara Waktu

Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar tatap muka terpaksa dihentikan sementara. Para siswa akan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setidaknya untuk satu minggu ke depan. Langkah ini diambil demi keamanan.

Durohyani, salah seorang guru kelas 6, mengaku tetap akan memastikan anak-anak didiknya mendapatkan materi pelajaran.

"Saya tetap memberikan materi sekolah ke anak-anak biarpun online. Lebih baik siswa belajar di rumah dibandingkan membahayakan siswa kami," katanya.

"Siswa tetap mendapatkan tugas dan materi belajar seperti biasa. Insyaallah anak-anak masih semangat belajar," tambah Durohyani dengan penuh harap.

Meski belajar dari rumah, ada satu hal yang tidak berubah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa dan guru tetap berjalan. Dumuroh menegaskan hal itu adalah hak mereka.

"Iya, siswa dan guru tetap menerima MBG. Walaupun mereka sedang melakukan pengajaran daring. Mereka bisa mengambil langsung ke sekolah, atau pun pihak orang tua juga dapat mengambil untuk anak-anaknya," pungkas Dumuroh.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar