PSM Makassar memastikan diri tidak akan mengendurkan perlawanan di laga pamungkas Liga Super Indonesia musim 2025/2026. Meskipun status aman dari jeratan degradasi sudah digenggam, tim berjuluk Juku Eja itu tetap berambisi menutup kompetisi dengan kemenangan saat bertandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (23/5/2026) sore.
Laga pekan terakhir ini menyimpan arti lebih dari sekadar pertandingan penutup. Bagi Pasukan Ramang, duel melawan Laskar Sape Kerap menjadi penentu posisi akhir mereka di papan klasemen. Tim asal Kota Daeng itu masih berpeluang memperbaiki peringkat, namun di sisi lain juga terancam melorot jika gagal membawa pulang poin penuh dari Pulau Garam.
Jika berhasil menundukkan Madura United, PSM berpotensi finis di peringkat ke-13. Namun skenario itu hanya terwujud apabila Persijap Jepara gagal mengalahkan Persib Bandung. Sebaliknya, jika Persijap menang, posisi PSM tetap bertahan di urutan ke-14. Ancaman lebih besar mengintai jika hasil buruk diraih. Kekalahan bisa membuat PSM terlempar ke peringkat ke-15, sekaligus membuka peluang bagi Madura United untuk naik kelas dan menekan Persis Solo ke zona degradasi.
Pelatih interim PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menegaskan timnya tidak akan tampil setengah hati. Ia menyebut laga kontra Madura United menjadi momentum terakhir untuk menunjukkan semangat juang sebelum kompetisi resmi berakhir.
“Kami tentu akan melakukan evaluasi, memperbaiki yang kurang, dan memenangkan pertandingan. Ini menjadi bentuk perjuangan kami hingga akhir musim,” ujar Ahmad Amiruddin beberapa waktu lalu.
Musim ini memang menjadi perjalanan yang penuh tantangan bagi PSM. Performa yang naik turun membuat mereka gagal bersaing di papan atas seperti yang diharapkan suporter. Karena itu, kemenangan di laga terakhir dinilai penting sebagai penutup yang lebih positif sekaligus modal berharga menjelang kompetisi mendatang.
Di sisi lain, suporter tetap menyuarakan harapan agar manajemen segera melakukan pembenahan. Menteri Luar Negeri PSM Makassar, Muhammad Nur Fajri, mengakui performa tim sepanjang musim ini masih jauh dari ekspektasi. Meski begitu, ia meminta skuad tetap tampil maksimal dan tidak menyerah begitu saja.
“Memang secara performa dan hasil kami belum puas dengan PSM musim ini. Tetapi bukan berarti PSM harus melepaskan poin begitu saja pada laga terakhir,” tuturnya.
Ia berharap manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh agar PSM bisa kembali menjadi kekuatan utama di sepak bola Indonesia musim depan.
“Musim depan tentu kami ingin PSM bisa tampil lebih baik. Sebisa mungkin kembali ke habitat yang sesungguhnya, tampil impresif, bersaing di papan atas, dan bisa menjadi kandidat dalam perebutan gelar juara,” harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, meminta manajemen melakukan evaluasi besar terhadap komposisi pemain. Menurutnya, banyak pemain yang minim kontribusi sepanjang musim sehingga PSM membutuhkan skuad yang lebih kompetitif.
“Tentu musim depan kami ingin PSM punya pemain dengan kualitas yang lebih baik, sesuai kebutuhan tim. Pemain yang minim kontribusi musim ini bisa dilepas saja, namun pertahankan pemain vital,” ucapnya.
Sulyadi pun berharap berbagai persoalan yang menghambat performa PSM musim ini tidak terulang kembali. “Semoga semua kekurangan musim ini tidak terjadi lagi musim depan. Manajemen sudah harus evaluasi agar tidak terulang lagi,” tutupnya.
Artikel Terkait
Inter Milan Siapkan Martinez sebagai Penerus Sommer, Kepa Jadi Pelapis Senior
Roony Bardghji Bantah Rumor Keributan Usai Dicoret dari Skuad Swedia untuk Piala Dunia 2026
I.League Rilis Jadwal Resmi Musim 2026/2027, Super League Bergulir 4 September
Raja Norwegia Umumkan Skuad Piala Dunia, Odegaard Pimpin Norwegia Diperkuat Haaland