Oleh: Ahmad Albar
TVRINews, Kalimantan Utara
Hawa panas yang terik masih menyelimuti Kabupaten Nunukan. Dampaknya mulai terasa nyata, terutama pada sumber air baku di Embung Bolong yang kian menyusut. Menghadapi situasi ini, Perumda Air Minum Tirta Taka pun tak tinggal diam. Mereka bergerak cepat untuk memastikan pasokan air bersih ke warga tetap bisa mengalir, meski dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Debit air di Embung Bolong saat ini anjlok drastis. Kalau normalnya bisa mencapai 87 sampai 100 liter per detik, sekarang angkanya cuma sekitar 50 liter per detik. Penurunan yang cukup signifikan, bukan main.
Muhammad Isa, Supervisor Transmisi dan Distribusi (Trandist) Perumda Tirta Taka, mengakui kondisi ini sangat mempengaruhi layanan.
“Penurunannya sangat drastis,” ujarnya, Rabu (1/4/2026). “Pendistribusian kami terdampak, terutama di daerah selatan dan kota. Untuk mengatasinya, kami terpaksa membagi jadi dua zonasi.”
Artikel Terkait
KPK Apresiasi Presiden dan Wapres Patuh Lapor Kekayaan, Legislatif Tertinggal
Kebakaran Landa Gudang Elpiji SPBE Cimuning di Bekasi, 9 Unit Damkar Dikerahkan
Laporan Ungkap Potensi Agribisnis sebagai Motor Ekonomi Indonesia Menuju 2045
Pemkot Tangerang Raih Dua Penghargaan dan Dana Rp6 Miliar untuk Program Bangga Kencana