Pelatih Persebaya Soroti Ujian Mental Jelang Laga Berat Kontra Persita

- Rabu, 01 April 2026 | 21:30 WIB
Pelatih Persebaya Soroti Ujian Mental Jelang Laga Berat Kontra Persita

Satu keputusan yang terlambat saat menyerang, bisa menghancurkan peluang emas. Satu kesalahan membaca permainan saat bertahan, berujung gol lawan. Detail-detail kecil seperti posisi tubuh tanpa bola, transisi dari serang ke bertahan, dan koordinasi antar lini, jadi perhatian serius.

Nama-nama seperti Bruno Moreira dan kawan-kawan pun mendapat sorotan khusus. Mereka dituntut untuk lebih disiplin, lebih cermat, dan yang utama, konsisten dari menit pertama hingga peluit akhir. Tavares ingin intensitas timnya terjaga utuh, bukan cuma muncul sesekali.

Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo nanti, lebih dari sekadar perburuan tiga poin. Ini adalah ujian karakter. Bagaimana Persebaya merespons tekanan, baik dari luar maupun dari dalam diri mereka sendiri.

Di kompetisi yang semakin ketat seperti sekarang, setiap laga punya bobot nyaris setara final. Lengah sedikit, konsekuensinya bisa fatal. Tidak ada lagi ruang untuk harapan kosong. Semua harus diperjuangkan dengan keringat dan kerja nyata di lapangan hijau.

Tavares paham betul posisinya. Ia tak menggembar-gemborkan janji kemenangan. Alih-alih, ia menekankan hal yang lebih mendasar: keinginan untuk menang harus dibuktikan dengan aksi, bukan wacana.

Sikapnya ini terasa pragmatis, bahkan reflektif. Di tengah hingar-bingar retorika optimisme yang biasa kita dengar, ia memilih jalan yang lebih sunyi. Mengakui kelemahan, memahami tantangan, lalu membangun kembali pondasi timnya dari sana.

Jadi, laga melawan Persita nanti bukan cuma soal teknik atau fisik semata. Ini lebih tentang kesiapan mental. Tentang disiplin menjalankan rencana. Tentang ketahanan menghadapi tekanan setiap menitnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar