Gedung SMKN 1 Gunung Putri Roboh, 44 Siswa Jadi Korban
KABUPATEN BOGOR - Sebuah insiden tragis terjadi di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebuah bangunan sekolah roboh pada Senin (3/11) sore, mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban.
Kronologi Robohnya Gedung Sekolah
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, hujan deras sedang mengguyur kawasan Gunung Putri. Sebuah dahan pohon besar di belakang sekolah diduga menjadi pemicu utama.
"Ketika hujan besar, di belakang ada dahan pohon yang jatuh menimpa gedung, lalu roboh. Anak-anak yang di dalam sebagian menjadi korban," jelas Yudi di Bogor, Senin (3/11).
Kondisi Korban dan Evakuasi
Total terdapat 44 siswa yang menjadi korban dalam insiden robohnya gedung sekolah ini. Rincian kondisinya adalah:
- 22 orang mengalami luka ringan dan dibawa ke puskesmas setempat.
- 2 orang dengan luka berat dirujuk ke RS Hermina.
- 2 orang lainnya dengan luka berat dirujuk ke RSUD Cileungsi.
- 18 siswa dengan luka ringan dibawa ke Klinik Kenari.
Yudi menambahkan, "Sebagian korban sudah mendapatkan perawatan dan ada yang diperbolehkan pulang, sementara yang luka berat masih dirawat di rumah sakit."
Bangunan Diduga Berusia Lama
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, membenarkan peristiwa tersebut dan menyoroti kemungkinan usia bangunan. "Iya benar, kemungkinan bangunan lama," ujarnya. Bangunan yang roboh adalah satu gedung yang berisi lima kelas. Untungnya, proses belajar-mengajar telah usai, dan satu kelas sedang melakukan praktik di luar ruangan.
Penanganan Darurat dan Respons Cepat
Dalam penanganan darurat ini, Damkar Kabupaten Bogor mengerahkan 20 personel dari tim rescue dan pemadaman. Upaya penanganan juga melibatkan berbagai pihak terkait seperti BPBD Kabupaten Bogor, tim SAR, relawan, PMI, dan kepolisian.
Adam Hamdani, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa petugas langsung menuju lokasi untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Viral di Media Sosial
Insiden ini sempat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Sejumlah siswa merekam detik-detik pasca-kejadian yang memperlihatkan kondisi bangunan yang rubuh dan para pelajar yang berkerumun di area sekolah.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Optimistis Harga Pertamax Segera Turun Imbas Prospek Damai AS-Iran
Iran Tutup Selat Hormuz sebagai Balasan atas Serangan Israel di Lebanon
Kemnaker Proyeksikan 3,88 Juta Lapangan Kerja Hijau Tercipta pada 2026
China Masukkan 10 Entitas AS ke Daftar Hitam Ekspor, Balas Kebijakan Washington