MAKASSAR Tekanan di Liga 1 semakin terasa. Bagi PSM Makassar, sembilan laga tersisa musim ini bukan cuma soal menghindari jurang degradasi. Lebih dari itu, manajemen klub sudah mulai menguliti skuad, memilah mana yang harus dipertahankan untuk fondasi musim depan. Strateginya jelas: realistis dan efisien.
Di antara nama-nama yang beredar, Sheriddin Boboev tampaknya punya posisi cukup kuat. Striker asal Tajikistan ini baru saja merasakan momen manis bersama timnasnya, membantu negaranya melenggang ke Piala Asia 2027. Momentum seperti ini, kalau bisa dibawa pulang ke Makassar, bisa jadi suntikan energi yang tepat waktu.
Soal Boboev, jangan cuma lihat statistik golnya. Memang, ia belum jadi mesin gol murni. Tapi coba perhatikan caranya bermain. Mobilitasnya tinggi, ia tak segan menarik diri ke area tengah atau turun ke samping untuk membuka ruang. Itu sangat berharga buat skema permainan tim. Karakternya juga tangguh, mental bertandingnya terbukti di level internasional. Di tengah situasi genting seperti sekarang, punya striker dengan profil seperti itu adalah sebuah keuntungan.
“Kami butuh pemain yang tak hanya bagus secara teknis, tapi juga punya mental pejuang. Itu yang kami evaluasi,” ujar seorang sumber dalam klub, yang enggan disebutkan namanya.
Selain Boboev, tentu ada pilar-pilar lain yang hampir pasti tak akan disentuh. Sebut saja Yuran Fernandes, sang jangkar pertahanan sekaligus pemimpin. Lalu Victor Luiz, bek kiri yang kontribusinya menyerang sangat vital. Savio Roberto juga, kreator utama di lini tengah. Mereka adalah tulang punggung.
Lalu, bagaimana dengan Gledson Paixão?
Nah, ini yang agak rumit. Secara kualitas, Gledson punya segalanya: kuat dalam duel, disiplin menjaga posisi, dan distribusi bolanya bagus dari area bertahan. Tapi, posisinya tak semapan Boboev atau nama-nama tadi. Alasannya sederhana.
Pertama, persaingan di posisi gelandang bertahan di PSM cukup padat. Ada beberapa opsi lain. Artinya, kontribusi Gledson harus benar-benar menonjol dan konsisten agar dianggap tak tergantikan.
Kedua, faktor ekonomi. Negosiasi kontrak selalu punya dua sisi. Kalau tuntutan finansialnya dinilai terlalu tinggi, manajemen pasti akan berpikir panjang. Apalagi untuk posisi yang secara taktis punya alternatif pengganti. Berbeda dengan Victor Luiz misalnya, yang dampaknya langsung terlihat dan sulit dicari tandingannya.
Jadi, strategi PSM terlihat cukup jernih. Mereka ingin mempertahankan pemain dengan dampak langsung dan konsisten, sambil menghindari pengeluaran besar untuk posisi yang masih bisa diakali. Boboev, dengan segala pertimbangan teknis dan momentumnya, masuk dalam kategori pertama. Sementara Gledson? Ia masih di area abu-abu.
Semua akan ditentukan di lapangan. Sembilan laga sisa musim ini ibarat audisi panjang. Bagi Boboev, ini peluang untuk mengukuhkan diri. Tampil tajam terus, statusnya akan kian aman.
Bagi Gledson Paixão, setiap menit bermain ke depan adalah kesempatan emas. Ia harus membuktikan bahwa dirinya layak dipertahankan, bahwa kehadirannya memberi nilai lebih yang tak dimiliki pemain lain. Kalau tidak, ia bisa jadi bagian dari perombakan yang tak terhindarkan.
Intinya, PSM tak cuma bertarung untuk hari ini. Di tengah kepulan tekanan, mereka pelan-pelan merancang masa depan.
Artikel Terkait
Tiga Mesin Gol Liga Super Indonesia Dikabarkan Berganti Klub, Peta Kekuatan Papan Atas Terancam Berubah
Brexit Hambat Liverpool Rekrut Wonderkid Jerman, Eichhorn Baru Bisa Bergabung 2027
Carrick Minta Dana Rp3 Triliun untuk Boyong Tonali dan Ederson ke Manchester United
Chelsea dan Newcastle Bahas Transfer Lima Pemain Sekaligus Jelang Bursa Musim Panas 2026