KUPANG – Pendaftaran Polri 2026 di Nusa Tenggara Timur benar-benar ramai. Bayangkan saja, sampai 3.660 orang mendaftar secara online sebelum seleksi ditutup pada 30 Maret lalu. Angka yang cukup fantastis, bukan? Ini jelas menunjukkan betapa besar minat anak-anak muda di NTT untuk mengenakan seragam biru.
Kalau dilihat dari jenis kelamin, mayoritas pendaftar memang pria: 2.986 orang. Sementara pendaftar wanita berjumlah 674 orang. Tapi yang menarik, meski jumlahnya lebih sedikit, antusiasme mereka tak kalah besar.
Nah, untuk jalur Akademi Kepolisian atau Akpol, ada 177 orang yang mendaftar. Rinciannya 119 pria dan 58 wanita. Namun begitu, jalur yang paling banyak diburu ternyata Bintara Polisi Tugas Umum (PTU). Di sini, angka pendaftarnya melonjak hingga 2.869 orang. Dari jumlah itu, 2.317 di antaranya pria dan 572 wanita.
Di sisi lain, ada juga kategori Bintara PTU lainnya yang tak kalah diminati. Tercatat 2.429 pendaftar, dengan komposisi 2.023 pria dan 406 wanita.
Pendaftaran tahun ini juga diwarnai oleh peserta dari jalur-jalur khusus. Untuk Bintara intelijen misalnya, ada 98 pendaftar. Lalu, Bintara Polair diikuti 48 pria. Sementara untuk Bintara Kompetensi Khusus atau Bakomsus, bidangnya cukup beragam. Mulai dari humas, gizi, musik, sampai teknik sipil dan penyidik. Ada 19 orang di humas, 2 di gizi, dan seterusnya. Menarik ya, ternyata ada juga yang mau gabung lewat jalur musik.
Tak ketinggalan, ada pula jalur Rekrutmen Proaktif yang menyasar wilayah perbatasan dan suku pedalaman. Dari sini, 29 pria mendaftar. Ditambah 1 peserta dari jalur penghargaan, serta 3 atlet berprestasi dari SEA Games Thailand 2025 dan tingkat nasional.
Untuk kategori Tamtama, pendaftar Brimob mencapai 185 orang, sementara Polair ada 14 orang. Semua calon ini tentu tak langsung diterima. Mereka harus melewati tahapan seleksi yang ketat dan berjenjang.
Prosesnya sendiri sudah dimulai. Tahap awal adalah penandatanganan pakta integritas, yang digelar Selasa lalu di Aula Rupatama Polda NTT. Ini semacam komitmen bersama untuk memulai proses seleksi yang bersih dari hulu.
Kabid Hukum Polda NTT, Kombes Pol Anton Ch Nugroho, menegaskan hal ini.
“Melalui proses ini, kita menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik KKN, intervensi maupun manipulasi dalam seluruh tahapan seleksi,” ujarnya.
Dia menambahkan, seluruh proses akan dijalankan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BeTAH. Rangkaian tesnya panjang, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga sidang terbuka kelulusan akhir.
Menurut sejumlah saksi, Polda NTT juga melibatkan banyak pihak eksternal sebagai pengawas independen. Mereka mengajak organisasi jurnalis, IDI, Dispora, LLDIKTI, sampai Badan Meteorologi. Tujuannya satu: transparansi.
Selain pengawasan dari luar, pengawasan internal juga diperketat oleh Itwasda dan Bidang Propam. Langkah ganda ini diharapkan bisa memastikan rekrutmen berjalan mulus, adil, dan benar-benar bebas dari kecurangan. Semoga saja.
Artikel Terkait
Tukang Kelet Hewan Kurban Meninggal saat Bertugas di Salatiga, Diduga Kena Serangan Jantung
BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sulsel pada Siang hingga Malam
Crystal Palace Juarai UEFA Conference League Usai Kalahkan Rayo Vallecano 1-0
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak