Di tengah hiruk-pikuk panggung politik, Ketua Umum PAN yang juga Menko Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan kegelisahannya. Kali ini, bukan soal beras atau minyak goreng, melainkan sebuah konflik yang jauh di sana. Zulhas, begitu ia biasa disapa, menyoroti keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Baginya, aksi militer itu sudah melampaui batas. Bahkan, kata-kata seperti "di luar nalar" dan "biadab" ia lontarkan untuk menggambarkan kekesalannya.
"Saya kadang-kadang, Pak Hatta, susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur," ujarnya dengan nada getir.
"Di luar apa, diluar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia. Saya kira biadab gitu."
Perkataannya itu ia sampaikan dalam Rakernas I DPP PAN di Jakarta, Selasa lalu. Suasana saat itu terasa serius. Zulhas tak hanya bicara soal kemanusiaan, tapi juga dampak riil yang menjalar ke seluruh penjuru dunia.
Menurutnya, konflik ini bukan cuma urusan Timur Tengah. Guncangannya terasa hingga ke Eropa dan Asia, mengoyak stabilitas dan perekonomian banyak negara. Krisis energi jadi salah satu buktinya yang paling nyata.
"Sekarang kita melihat, kita menyaksikan negara-negara hampir semua terkena dampaknya," tuturnya.
Ia memberi contoh Filipina yang sudah terpaksa mengumumkan keadaan darurat energi. Bahkan Australia, negara maju yang kuat, disebutnya sudah mulai menggerus cadangan bahan bakar darurat mereka. Situasinya memang mencemaskan, dan ujungnya pun belum kelihatan. "Kita tidak tahu kapan akan berakhir," lanjut Zulhas.
Lalu, di tengah ketidakpastian global ini, Indonesia harus bagaimana? Zulhas lantas menegaskan satu hal: visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian bangsa bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan. Ia yakin, jalan satu-satunya adalah dengan memperkuat swasembada, khususnya di sektor pangan dan energi, plus mempercepat hilirisasi.
"Perintah Bapak Presiden kita harus mandiri. (Swasembada) pangan, energi wajib, termasuk hilirisasi," tegasnya.
Dengan kemandirian itu, Indonesia diharapkan bisa lebih berdaulat. Tidak gampang didikte oleh kepentingan negara lain. Dan untuk mewujudkannya, Zulhas menyatakan dukungan penuh partainya.
"Partai Amanat Nasional mendukung penuh kebijakan-kebijakan ini, harus kita sukseskan. Tidak ada tawar-menawar kecuali harus kita sukseskan," imbuhnya.
"Kita mendukung penuh Pak Prabowo untuk melaksanakan program-program yang barusan saya sampaikan tadi itu."
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Narkoba di Hiburan Malam New Zone Medan, dari Penyedia hingga Pengawas Razia
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas
Banjir Bandang dan Longsor di Bone Bolango, Seorang Warga Hanyut ke Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan
Polisi Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Otak Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Kamboja