Kritik pedas kembali dilayangkan Amien Rais terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Setelah 14 bulan memimpin, janji untuk memberantas oligarki dinilai sang tokoh reformasi itu masih jauh panggang dari api. Bahkan, menurutnya, hal itu justru menjadi titik buta dalam visi mereka.
Lewat kanal YouTube-nya Jumat lalu, pria 82 tahun itu tak sungkan menyebut para oligark sebagai "manusia setan". "Mereka lebih buruk dari binatang buas," ucap Amien, yang langsung mengaitkannya dengan banjir dahsyat di Sumatera baru-baru ini.
Menurut sejumlah saksi, bencana itu menghancurkan ribuan rumah. Ratusan sekolah dan rumah sakit porak-poranda. Korban jiwa pun mencapai ribuan.
"Baru kali ini saya menyaksikan banjir dahsyat seperti di Sumatra," katanya.
Amien menyalahkan ulah oligarki tambang dan hutan yang dianggapnya sudah kehilangan rasa kemanusiaan. Yang membuatnya geram, tidak satu pun dari mereka ditangkap. "Mereka aman-aman saja 10 tahun di zaman Jokowi dan tetap aman bersukaria di zaman Prabowo sekarang ini," tegasnya.
Di sisi lain, Amien menyoroti delapan poin Asta Cita pasangan capres-cawapres itu. Namun begitu, ada satu hal krusial yang ia nilai absen: komitmen melumpuhkan oligarki. "Ini lubang besar yang mereka lupakan," ujar Amien.
Ia mengutip permintaan Titik Soeharto, mantan istri Prabowo, di Januari 2025 lalu. Saat itu, Titik meminta pemerintah agar tak takut melawan oligarki.
"Namun sayang 1000 kali sayang, duet Prabowo-Gibran tidak berani menunjukkan taringnya," kritik Amien dengan nada kecewa.
Persoalannya jadi rumit, karena Amien menyinggung kelemahan politik yang ia sebut fatal. Adik kandung Prabowo sendiri, Hasyim Djojohadikusumo, disebutnya sebagai "oligark penting" di bidang pertambangan dan perkayuan.
"Beranikah dan tegakkah Prabowo menjewer adiknya?" tantang Amien. Ia mempertanyakan apakah Prabowo bisa meminta Hasyim untuk low profile, atau bahkan berhenti dulu dari lingkaran oligarki.
Pertanyaan lain yang menggelayut adalah keberanian Prabowo menghadapi kekuatan oligarki yang sudah mengakar. Kekuatan itu, menurut Amien, mendapat "angin buritan" selama sepuluh tahun pemerintahan sebelumnya.
Mantan Ketua MPR RI ini menilai kepercayaan publik pada Prabowo terus merosot. Keraguannya bahkan muncul dari hal lain. "Kalau sikapnya pada isu ijazah palsu Jokowi saja tidak jelas, saya meragukan Prabowo berani menghadapi secara head on oligarki Indonesia," ujarnya.
Di akhir kritiknya yang tajam, Amien justru memberi saran yang terdengar personal. Ia menyarankan Prabowo untuk melakukan refleksi diri selama dua hari penuh. Mencari pencerahan dan "hidayah ilahiah" dalam memimpin 282 juta rakyat Indonesia.
Meski kata-katanya keras, Amien menutup dengan ajakan untuk tetap mendukung. "Mudah-mudahan hari mendatang membuat kita lebih cerah lagi. Jangan sampai kita kehilangan optimisme," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram
Kajati Sulsel Setujui Penghentian Penuntutan Anggota Polri Terduga Pelaku KDRT Lewat Keadilan Restoratif
Pistons Kalahkan Cavaliers 111-101 di Game 1 Semifinal Wilayah Timur, Cunningham Cetak 32 Poin