Maling Motor di Karawang Babak Belur Dihajar Massa, Senjata Api Rakitan Disita Polisi

- Rabu, 18 Maret 2026 | 00:40 WIB
Maling Motor di Karawang Babak Belur Dihajar Massa, Senjata Api Rakitan Disita Polisi

KARAWANG - Aksi maling motor di Karawang berakhir mengenaskan untuk pelakunya. Dia babak belur dihakimi massa yang sudah geram dengan maraknya pencurian kendaraan. Kejadian ini berlangsung di Dusun Krajan, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, pada Selasa (17/3/2026) siang yang terik.

Menurut keterangan Rohadi, korban, semua berawal saat dia mengantar orang tuanya berobat. Motor dia parkir di dekat jalan raya. Saat kembali untuk mengambil dompet dari jok, dia kaget melihat seorang pria asing sudah membobol motornya dan bersiap kabur.

"Motor saya taruh di luar, kuncinya sudah dibawa terus saya teriak maling. Motornya sempat dibawa," ujar Rohadi.

Teriakan itu langsung memicu respon. Warga yang mendengar langsung berhamburan, mengejar, dan akhirnya menangkap si pelaku. Emosi masyarakat, yang sudah muak dengan kasus curanmor yang terus terjadi, akhirnya meledak. Mereka tak segan-segan menghajar pria itu.

Pelaku yang tak berdaya itu dihujani pukulan. Balok kayu, potongan bambu, bahkan lemparan batu berdesakan menghantam tubuhnya hingga dia terluka parah. Situasi sempat mencekam dan nyaris tak terkendali.

Untungnya, petugas dari Polsek Rengasdengklok kebetulan melintas. Mereka segera turun tangan mengamankan pelaku dari amukan massa yang masih panas. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti yang cukup mencengangkan: sebuah senjata api rakitan dan satu set kunci letter T yang biasa dipakai membobol kendaraan.

Kini, pelaku yang luka-luka itu sudah diamankan. Kasusnya ditangani Satreskrim Polsek Rengasdengklok untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, warga masih membicarakan kejadian siang itu, dengan perasaan campur aduk antara lega dan was-was.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler