Pantau - Keresahan atas pasokan energi global mendorong perusahaan-perusahaan penyulingan minyak Jepang mengambil langkah tak biasa. Mereka mendesak pemerintah agar mengizinkan penggunaan kapal tanker berbendera asing. Ini terkait rencana pelepasan cadangan minyak nasional, yang digelar menyusul ketegangan memanas di Iran.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Situasi di Timur Tengah yang makin runyam bikin semua pihak waswas, tak terkecuali Tokyo. Kekhawatiran utama: gangguan pada aliran minyak dunia.
Nah, masalahnya ada pada kapasitas angkut. Perusahaan-perusahaan itu menilai, armada kapal berbendera Jepang yang ada saat ini bakal kewalahan. Volume minyak yang akan dilepas disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah negeri Sakura. Butuh kecepatan, dan itu sulit dicapai hanya dengan mengandalkan kapal domestik.
Padahal, aturannya jelas: pengiriman minyak dalam negeri umumnya cuma boleh pakai kapal berbendera Jepang. Tapi rupanya ada celah. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata punya wewenang untuk memberi izin khusus pada kapal asing, kalau keadaan memang mendesak.
Seorang pejabat kementerian mengaku sedang mengkaji permintaan ini.
Gelombang Pelepasan Cadangan Dimulai
Langkah konkret sudah diambil. Jepang mulai melepas cadangan minyaknya sejak Senin, 16 Maret lalu. Tujuannya satu: meredam kepanikan pasar dan menjamin pasokan tetap lancar di tengah perang antara AS serta Israel melawan Iran.
Artikel Terkait
KBRI Kuala Lumpur Tutup Sementara untuk Libur Nyepi dan Idul Fitri
Menteri Perhubungan Blusukan ke Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan H-3 Arus Mudik
Pakar Dukung Pembatasan Kuota PTN, Soroti Perluasan Beasiswa dan Pemberdayaan PTS
Bandara Soekarno-Hatta Ramai Penumpang Mudik Lebaran Sejak Dini Hari