Keamanan Sekolah di Turki Diperketat Usai Dua Insiden Penembakan
Langkah-langkah pengamanan di sekolah-sekolah Turki kini diperkuat. Ini dilakukan otoritas setempat sebagai respons atas dua peristiwa penembakan yang terjadi dalam dua hari berturut-turut.
Kementerian Dalam Negeri secara tegas menyatakan bahwa keamanan siswa adalah prioritas utama. Mereka tak main-main soal ini. "Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Intensitas penjagaan di lingkungan sekolah sudah ditingkatkan," begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Kamis lalu.
Menurut sejumlah saksi, suasana mencekam itu berawal di Kota Kahramanmaras, Rabu kemarin. Seorang pelajar kelas 8 tiba-tiba mengeluarkan senjata dan menembak sembarangan di sekolahnya. Korban berjatuhan. Sembilan orang meninggal dunia, sementara tiga belas lainnya terluka tiga di antaranya dikabarkan masih kritis.
Dari sembilan korban tewas, delapan adalah siswa. Seorang guru matematika juga menjadi korban keganasan itu.
Pelaku, yang ternyata membawa lima pucuk senjata api milik ayahnya seorang mantan polisi dalam tas, akhirnya bunuh diri. Ia menembak kepalanya sendiri usai aksi brutal tersebut. Motifnya masih gelap, tapi Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci sudah angkat bicara.
Ia menegaskan, insiden ini bukanlah aksi terorisme.
Nah, dari penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Provinsi Kahramanmaras, terungkap fakta lain. Rupanya, remaja 14 tahun itu sudah merencanakan serangannya. Jejak digital di komputernya mengarah ke sana. Semua indikasi menunjukkan ia bertindak sendirian.
Sayangnya, tragedi di Kahramanmaras bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, tepatnya Selasa, sebuah sekolah menengah di Provinsi Sanliurfa juga jadi lokasi penembakan. Mantan siswa di sana melukai enam belas orang. Dua insiden beruntun ini jelas membuat publik waswas.
Kini, suasana di sejumlah sekolah tampak berbeda. Pengawasan lebih ketat, para penjaga bersiaga. Pemerintah berusaha menenangkan, tapi trauma di koridor-koridor sekolah itu mungkin butuh waktu lebih lama untuk sirna.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Tembak Mati 9 Orang di Sekolah Turki, Profil WhatsApp Tampilkan Pelaku Penembakan AS
KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Tulungagung, Dokumen Diduga Alat Pemerasan Disita
Presiden Prabowo Bahas Perkembangan Politik dan Ekonomi dengan Wakil Ketua DPR Dasco
Polisi Bongkar Sindikat Pemindahan Gas Subsidi 3 kg ke Tabung Besar, Omset Capai Rp2,7 Miliar