Rapat pemegang saham luar biasa BNBR akhirnya selesai juga. Hasilnya? Hak untuk melakukan rights issue resmi diberikan. Ini langkah besar yang sudah ditunggu perusahaan.
Rapat itu sendiri digelar Jumat lalu. Dalam pertemuan tersebut, direksi mendapat persetujuan untuk melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, atau yang biasa kita sebut rights issue.
Anindya Bakrie, Dirut sekaligus CEO BNBR, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengoptimalkan struktur pendanaan perusahaan. Tujuannya jelas: mendanai pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Lewat skema ini, manajemen berencana melepas saham baru Seri E. Jumlahnya tidak main-main, bisa mencapai 90 miliar saham.
Lalu, kemana uangnya akan dialirkan? Anindya menyebut, dana segar yang terkumpul akan dipakai untuk melunasi utang. Baik utang induk perusahaan maupun anak usahanya. Selain itu, sebagian akan diputar sebagai modal kerja dan bahan bakar ekspansi bisnis, termasuk untuk pengembangan CCT.
Dia sendiri terlihat optimis. Manuver korporasi ini, klaimnya, bakal memberi efek ganda. Performa finansial perusahaan diharapkan terdongkrak, sementara operasional dan struktur modal menjadi lebih kokoh.
Artikel Terkait
RMK Energy Kembali Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 9,86 Miliar
RALS Alihkan 203,5 Juta Saham Treasuri ke Perusahaan Induk pada 2026
Comeback BLACKPINK Pacu Saham YG Entertainment Naik 8 Persen
Direktur Amman Mineral Ajukan Rencana Pensiun, Tunggu Persetujuan RUPS