Subuh di provinsi Surin, perbatasan Thailand, tak lagi sunyi. Suara ledakan keras memecah kesunyian hari Jumat lalu, menandai insiden terbaru dalam ketegangan panjang dengan Kamboja. Seorang tentara Thailand menjadi korban, kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau darat.
Menurut pernyataan militer Thailand yang dikutip AFP, prajurit itu terluka parah. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang sebenarnya masih berlaku, meski terasa sangat rapuh. Gencatan itu sendiri adalah jeda sesaat setelah berbulan-bulan bentrokan berdarah.
Memang, konflik di perbatasan berhutan ini sudah berlarut-larut. Kawasan sengketa ini akar masalahnya sudah tertanam sejak lebih dari seabad lalu, tepatnya sejak era kolonial Prancis. Dan sejak musim panas tahun lalu, ketegangan itu meledak menjadi kekerasan. Puluhan nyawa melayang dalam gelombang pertempuran lintas batas.
Dampaknya sungguh masif. Pada puncaknya, di bulan Juli dan Desember tahun lalu, lebih dari satu juta warga sipil terpaksa mengungsi. Mereka meninggalkan rumah di sepanjang perbatasan sepanjang 800 kilometer itu, mencari tempat yang aman dari tembakan mortir dan senjata.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Kampung Rambutan, Ibu dan Anak Tewas Tertabrak Bus
Festival Industri Surabaya 2026 Raup Ekspor IKM 2,73 Juta Dolar AS, Lampaui Target
Imigrasi Perketat Pengawasan Perusahaan yang Salah Gunakan Izin Tenaga Kerja Asing
Moeldoko Soroti Tantangan Teknokrasi sebagai Kendala Utama Pemerintahan Prabowo