Greenland Tegaskan Kembali: Kami Bukan untuk Dijual ke Amerika Serikat

- Senin, 12 Januari 2026 | 23:30 WIB
Greenland Tegaskan Kembali: Kami Bukan untuk Dijual ke Amerika Serikat

Pemerintah Greenland punya pesan yang jelas untuk Washington: jangan coba-coba. Wilayah otonom Denmark itu menegaskan, mereka takkan pernah menerima pengambilalihan pulau Arktik oleh Amerika Serikat. Poinnya tegas: apapun keadaannya, itu bukan opsi.

“Amerika Serikat sekali lagi menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh koalisi pemerintahan di Greenland dalam keadaan apa pun,”

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Senin lalu. Suaranya datar, tapi keras. Pernyataan itu muncul sebagai jawaban atas ancaman berulang dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang terus mengincar pulau itu.

Menurut sejumlah saksi, ancaman Trump kembali mengemuka Jumat malam sebelumnya. Dia bilang Washington akan "melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka." Kata-kata itu, seperti biasa, langsung mengguncang koridor-koridor kekuasaan di Eropa.

Sebenarnya, sikap politik di Greenland sudah jelas dari dulu. Sebelum pernyataan pemerintah, lima partai di parlemen setempat sudah bersuara lantang. Mereka bilang, tak ingin jadi warga Amerika, juga tak ingin sekadar jadi warga Denmark. Identitas mereka satu: warga Greenland.

“Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland,”

Suara itu menggema, menegaskan keinginan untuk mandiri.

Di sisi lain, ancaman Trump ini jelas bikin pusing sekutu-sekutu Eropa. Mereka berusaha keras menyusun respons yang kompak. Bagaimana tidak? Gedung Putih sempat mengungkap keinginan Trump untuk membeli Greenland, dan tak menampik opsi militer. Gila, pikir banyak orang.

Denmark dan sekutunya pun terkejut bukan main. Greenland bukan sembarang pulau. Letaknya strategis, menghubungkan Amerika Utara dan kawasan Arktik. AS sendiri sudah punya pangkalan militer di sana sejak Perang Dunia II. Makanya, tarik-ulur soal kedaulatan ini selalu panas.

Nah, sebagai jalan keluar, pemerintah Greenland punya strategi sendiri. Mereka menekankan, pengembangan pertahanan pulau itu akan mereka lakukan di bawah payung NATO. Sebuah sinyal bahwa mereka punya pelindung, tapi ingin menentukan nasib sendiri.

Jadi, begitulah situasinya. Greenland berdiri tegak, menolak dijual atau diambil paksa. Mereka punya harga diri, dan sumber daya mineral yang melimpah. Pertarungan di Arktik ini masih panjang, dan satu hal yang pasti: orang Greenland ingin jadi tuan di tanahnya sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar