Keluarga Ini Rela Siksaan Makan 5,5 Kg Durian Demi Naik Pesawat

- Selasa, 13 Januari 2026 | 21:30 WIB
Keluarga Ini Rela Siksaan Makan 5,5 Kg Durian Demi Naik Pesawat

Aromanya itu lho, benar-benar khas. Makanya, durian selalu jadi buah yang bikin orang terbelah. Ada yang langsung jatuh cinta, tak sedikit juga yang langsung menutup hidung begitu mencium baunya. Bahkan, beberapa moda transportasi umum punya aturan ketat: dilarang bawa durian. Alasannya sederhana, aromanya dianggap terlalu menyengat dan mengganggu.

Namun begitu, penggemar setianya juga nggak main-main. Mereka rela berburu demi sepotong daging buah yang teksturnya creamy, rasanya manis legit itu. Julukan "raja buah" nampaknya cocok banget. Popularitasnya di Asia Tenggara juga nggak perlu diragukan lagi.

Tapi, di balik kenikmatannya, durian seringkali bikin cerita. Kadang ceritanya lucu, kadang bikin geleng-geleng. Seperti yang dialami satu keluarga asal Tiongkok ini. Kisah mereka ramai di media sosial karena sebuah "misi darurat": menghabiskan 5,5 kilogram durian dalam waktu cuma 30 menit, tepat sebelum naik pesawat!

Video yang beredar memperlihatkan situasi yang cukup memprihatinkan sekaligus menggelikan. Seorang pria muda terlihat sedang berjuang melahap potongan durian besar. Ekspresinya jelas-jelas mual, tapi dia tetap memaksakan diri. Belum selesai satu, di depannya, seorang pria yang diduga ayahnya masih sibuk mengobrak-abrik troli, mencari sisa durian dari tumpukan barang.

"Punya ayah keras kepala nekat beli 5,5 kg durian sebelum terbang, akhirnya sekeluarga terpaksa habiskan sebelum masuk pesawat," begitu bunyi keterangan videonya.

Menurut sejumlah laporan, kejadian ini berlangsung di luar Bandara Chiang Mai, Thailand, pertengahan September 2025. Salah satu anggota keluarga, Mr. Li, membenarkan cerita itu. Ayahnyalah yang dengan semangat membeli durian sebanyak itu.

Mr. Li bercerita, tugas berat itu lalu dibagi-bagi. Setiap anggota keluarga dapat jatah empat sampai lima potong, yang ukurannya kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa. Bayangkan saja!


Halaman:

Komentar