Aromanya itu lho, benar-benar khas. Makanya, durian selalu jadi buah yang bikin orang terbelah. Ada yang langsung jatuh cinta, tak sedikit juga yang langsung menutup hidung begitu mencium baunya. Bahkan, beberapa moda transportasi umum punya aturan ketat: dilarang bawa durian. Alasannya sederhana, aromanya dianggap terlalu menyengat dan mengganggu.
Namun begitu, penggemar setianya juga nggak main-main. Mereka rela berburu demi sepotong daging buah yang teksturnya creamy, rasanya manis legit itu. Julukan "raja buah" nampaknya cocok banget. Popularitasnya di Asia Tenggara juga nggak perlu diragukan lagi.
Tapi, di balik kenikmatannya, durian seringkali bikin cerita. Kadang ceritanya lucu, kadang bikin geleng-geleng. Seperti yang dialami satu keluarga asal Tiongkok ini. Kisah mereka ramai di media sosial karena sebuah "misi darurat": menghabiskan 5,5 kilogram durian dalam waktu cuma 30 menit, tepat sebelum naik pesawat!
Video yang beredar memperlihatkan situasi yang cukup memprihatinkan sekaligus menggelikan. Seorang pria muda terlihat sedang berjuang melahap potongan durian besar. Ekspresinya jelas-jelas mual, tapi dia tetap memaksakan diri. Belum selesai satu, di depannya, seorang pria yang diduga ayahnya masih sibuk mengobrak-abrik troli, mencari sisa durian dari tumpukan barang.
"Punya ayah keras kepala nekat beli 5,5 kg durian sebelum terbang, akhirnya sekeluarga terpaksa habiskan sebelum masuk pesawat," begitu bunyi keterangan videonya.
Menurut sejumlah laporan, kejadian ini berlangsung di luar Bandara Chiang Mai, Thailand, pertengahan September 2025. Salah satu anggota keluarga, Mr. Li, membenarkan cerita itu. Ayahnyalah yang dengan semangat membeli durian sebanyak itu.
Mr. Li bercerita, tugas berat itu lalu dibagi-bagi. Setiap anggota keluarga dapat jatah empat sampai lima potong, yang ukurannya kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa. Bayangkan saja!
"Kami makan durian sampai-sampai mulai mempertanyakan arti hidup," tulis keterangan lain dalam video, dengan nada guyon yang kental.
Masalahnya, ternyata nggak berhenti di situ. Begitu masuk pesawat, aroma durian yang melekat di baju dan tubuh mereka langsung menyebar ke seluruh kabin. Mr. Li mengaku baunya begitu kuat sampai beberapa penumpang lain mengira ada yang nekat menyelundupkan durian. Mereka pun melaporkannya pada pramugari.
"Aku tidak mau lagi mendengar kata ‘durian’ seumur hidupku," canda Mr. Li dalam sebuah wawancara.
Larangan membawa durian sebenarnya hal yang lumrah. Bukan cuma di Thailand. Dikutip dari beberapa sumber, hampir semua maskapai penerbangan punya aturan serupa. Mereka khawatir bau menyengatnya akan menetap di kabin dan mengganggu penumpang lain.
China Southern Airlines, contohnya, dengan tegas memasukkan durian dalam daftar barang terlarang. Air New Zealand juga begitu. Di situs resminya, maskapai asal Selandia Baru itu menyatakan durian tak boleh dibawa, baik di kabin maupun bagasi tercatat.
Pengecualian mungkin ada. Maskapai budget asal Filipina, Cebu Pacific, dikabarkan mengizinkan penumpang membawa durian sebagai bagasi tercatat, dengan syarat ketat disimpan di kargo. Tapi ya itu, tetap dilarang keras dibawa ke dalam kabin pesawat.
Nah, cerita keluarga Mr. Li tadi mungkin ekstrem. Tapi pasti banyak di antara kita yang punya pengalaman unik sendiri dengan si raja buah yang satu ini. Kalau kamu, punya cerita apa?
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran
Menteri ESDM: Indonesia Kejar Pasokan Minyak Mentah dari Rusia untuk Tutupi Defisit Energi
Kemenperin Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Petrokimia Akibat Gejolak Selat Hormuz
Kementerian Kehutanan Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Cegah Karhutla