"Kami makan durian sampai-sampai mulai mempertanyakan arti hidup," tulis keterangan lain dalam video, dengan nada guyon yang kental.
Masalahnya, ternyata nggak berhenti di situ. Begitu masuk pesawat, aroma durian yang melekat di baju dan tubuh mereka langsung menyebar ke seluruh kabin. Mr. Li mengaku baunya begitu kuat sampai beberapa penumpang lain mengira ada yang nekat menyelundupkan durian. Mereka pun melaporkannya pada pramugari.
"Aku tidak mau lagi mendengar kata ‘durian’ seumur hidupku," canda Mr. Li dalam sebuah wawancara.
Larangan membawa durian sebenarnya hal yang lumrah. Bukan cuma di Thailand. Dikutip dari beberapa sumber, hampir semua maskapai penerbangan punya aturan serupa. Mereka khawatir bau menyengatnya akan menetap di kabin dan mengganggu penumpang lain.
China Southern Airlines, contohnya, dengan tegas memasukkan durian dalam daftar barang terlarang. Air New Zealand juga begitu. Di situs resminya, maskapai asal Selandia Baru itu menyatakan durian tak boleh dibawa, baik di kabin maupun bagasi tercatat.
Pengecualian mungkin ada. Maskapai budget asal Filipina, Cebu Pacific, dikabarkan mengizinkan penumpang membawa durian sebagai bagasi tercatat, dengan syarat ketat disimpan di kargo. Tapi ya itu, tetap dilarang keras dibawa ke dalam kabin pesawat.
Nah, cerita keluarga Mr. Li tadi mungkin ekstrem. Tapi pasti banyak di antara kita yang punya pengalaman unik sendiri dengan si raja buah yang satu ini. Kalau kamu, punya cerita apa?
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja
Menteri UMKM Soroti Banjir Impor Ilegal Sebagai Ancaman Utama Bagi Pelaku Usaha
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial