Di tengah berbagai program dukungan pemerintah, pelaku UMKM rupanya masih terhimpit. Menariknya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman justru menyoroti masalah yang seringkali luput dari perhatian. Bukan soal modal atau pelatihan, tapi kondisi pasar kita yang menurutnya "becek, kotor, dan jorok" karena dibanjiri barang impor ilegal.
Maman menegaskan, isu pembiayaan sebenarnya sudah jauh berkurang. Dukungan pemerintah dalam hal akses modal bagi pelaku usaha kecil kini disebutnya telah mencapai angka fantastis: Rp1.600 triliun. Angka ini tentu saja melonjak drastis dibanding dua dekade silam.
Ucap Maman dalam sebuah pertemuan dengan media di Jakarta Selatan, Jumat lalu. Namun, semua bantuan itu seperti mentah di tengah jalan. Persoalan utamanya ada di hilir.
Menurut sang Menteri, betapapun bagusnya produk yang dihasilkan UMKM setelah dapat modal dan pelatihan, menjualnya adalah cerita lain. Pasar domestik saat ini dipenuhi barang-barang impor murah, terutama dari China, yang masuk secara ilegal. Akibatnya, produk lokal kesulitan bersaing.
keluhnya.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika