AMSTERDAM Logo di dada, bukan nama belakang. Itulah prinsip yang dipegang teguh Maarten Paes usai debut impresifnya membela Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu dengan tegas menyatakan kesediaannya berkorban apa pun untuk klub, terlepas dari apakah nantinya ia akan jadi pilihan utama atau hanya duduk di bangku cadangan.
“Saya bermain untuk logo di dada dalam peran apa pun yang mereka inginkan,” tegas Paes.
“Logo Ajax lebih penting daripada nama belakang saya. Untuk itu saya akan melakukan segalanya,” ujarnya, seperti dilansir Voetbal Primeur akhir pekan lalu.
Peluang itu sendiri datang secara tak terduga. Awal Februari lalu, Paes resmi diboyong ke Amsterdam. Tak butuh waktu lama baginya untuk langsung terjun. Debutnya terjadi saat Ajax ditahan imbang NEC Nijmegen 1-1, tanggal 22 Februari. Dan penampilannya? Sungguh mencolok.
Tujuh penyelamatan penting ia catatkan dalam laga itu. Performa itu langsung menyita perhatian publik dan seolah menjadi pernyataan: ia siap bertarung.
Namun begitu, jalan menuju posisi utama tak akan mulus. Kesempatan Paes muncul setelah kiper andalan Ajax, Vitezslav Jaros, harus terkapar cedera cukup parah. Jaros, yang statusnya masih pinjaman dari Liverpool itu, dipastikan absen hingga musim berakhir. Kontraknya pun habis setelah kompetisi usai.
Artinya, posisi penjaga gawang utama benar-benar lowong. Situasi ini membuka peluang emas bagi Paes untuk terus menjaga gawang hingga akhir musim. Tapi, kabar burungnya, manajemen klub sudah mengincar kiper baru yang akan didatangkan saat bursa transfer musim panas nanti.
Paes tampaknya tak gentar. Ia justru melihat persaingan yang akan datang sebagai tantangan profesional belaka. Baginya, semua akan ditentukan di lapangan latihan dan pertandingan.
“Pada musim panas nanti, posisi kiper utama akan terbuka dan saya harus menunjukkan kemampuan saya dalam latihan. Bersaing dengan para kiper lainnya,” ucapnya lugas.
Ia pun enggan terdistraksi oleh berbagai spekulasi tentang statusnya kelak. Fokusnya sederhana: berkontribusi. Memberikan nilai tambah bagi Ajax dalam setiap kesempatan, baik saat berada di dalam lapangan hijau maupun di luarnya.
“Masih terlalu dini untuk membahas peran sebagai pemain cadangan,” katanya.
“Yang terpenting adalah saya ingin memberikan nilai tambah bagi Ajax, dan saya akan melakukan apa pun untuk itu,” tutup Paes.
Dengan tujuh penyelamatan di laga perdananya, ditambah komitmen total yang ia deklarasikan, Paes jelas telah meletakkan fondasi yang kuat. Dinamika kursi kiper Ajax musim ini, kini ada di tangannya untuk diwarnai.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James
Simon Grayson Ungkap Alasan Bergabung dengan Timnas Indonesia
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Resmi Terbentuk