Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:20 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lebih dari 1 Juta Lapangan Kerja

Di tengah hiruk-pikuk isu ekonomi, ada secercah kabar baik yang datang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata, dampaknya sudah merambah jauh melampaui sekadar piring-piring penuh nutrisi untuk anak-anak. Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional, dengan nada optimis mengungkapkan bahwa program ini telah menjadi penopang hidup bagi banyak keluarga.

“Sekarang sudah ada 1.067.000 tenaga kerja yang bekerja di 22.900 SPPG yang sudah operasional,” ujar Sony dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, “Jadi, hari ini sudah 24.320 SPPG yang terverifikasi, dan 100 persen itu semuanya adalah SPPG yang dibangun oleh elemen masyarakat Indonesia.”

Angka itu bukan main-main. Bayangkan, lebih dari satu juta lapangan kerja tercipta dari aktivitas menyediakan makanan berkualitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini, menurut Sony, telah bertransformasi. Dari yang awalnya fokus pada pemenuhan gizi, kini juga menjadi mesin pencipta lapangan kerja yang nyata.

Namun begitu, efeknya ternyata berlapis. Ada ceruk ekonomi baru yang muncul, bahkan berkaitan dengan upaya perbaikan lingkungan. Ambil contoh minyak jelantah. Siapa sangka limbah dapur ini punya nilai?

Data BGN menunjukkan, setiap SPPG bisa menghasilkan sekitar 500 liter jelantah per bulan. Alih-alih dibuang dan mencemari selokan, minyak bekas ini kini dilihat sebagai potensi. “Dengan adanya SPPG, orang mulai aware bahwa 500 liter per bulan dari satu SPPG, ini satu potensi ekonomi yang lain,” jelas Sony.

Jadi, selain menyediakan makan, program ini juga membuka wawasan baru tentang ekonomi sirkular. Limbah diolah jadi berkah, menciptakan nilai tambah dari sesuatu yang sebelumnya terbuang.

Dari sisi cakupan, MBG telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat per pertengahan Januari lalu. Sejak digulirkan tahun 2025, program ini berhasil membentuk lebih dari 21 ribu SPPG. Perkembangannya cukup signifikan.

Lalu, bagaimana dengan realisasi anggarannya? Hingga 21 Februari 2026, realisasinya mencapai Rp36,6 triliun. Angka ini setara dengan 10,9 persen dari total pagu APBN 2026 untuk MBG yang sebesar Rp335 triliun. Masih panjang jalan yang harus ditempuh, tapi langkah awalnya sudah terlihat.

Intinya, program ini tak hanya bicara soal gizi. Ia telah menjadi simpul penting yang menyentuh aspek ketenagakerjaan, ekonomi kreatif, dan kelestarian lingkungan. Sebuah terobosan yang dampaknya beruntun, dimulai dari satu piring makanan bergizi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar