Di tengah hiruk-pikuk isu ekonomi, ada secercah kabar baik yang datang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata, dampaknya sudah merambah jauh melampaui sekadar piring-piring penuh nutrisi untuk anak-anak. Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional, dengan nada optimis mengungkapkan bahwa program ini telah menjadi penopang hidup bagi banyak keluarga.
“Sekarang sudah ada 1.067.000 tenaga kerja yang bekerja di 22.900 SPPG yang sudah operasional,” ujar Sony dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, “Jadi, hari ini sudah 24.320 SPPG yang terverifikasi, dan 100 persen itu semuanya adalah SPPG yang dibangun oleh elemen masyarakat Indonesia.”
Angka itu bukan main-main. Bayangkan, lebih dari satu juta lapangan kerja tercipta dari aktivitas menyediakan makanan berkualitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini, menurut Sony, telah bertransformasi. Dari yang awalnya fokus pada pemenuhan gizi, kini juga menjadi mesin pencipta lapangan kerja yang nyata.
Namun begitu, efeknya ternyata berlapis. Ada ceruk ekonomi baru yang muncul, bahkan berkaitan dengan upaya perbaikan lingkungan. Ambil contoh minyak jelantah. Siapa sangka limbah dapur ini punya nilai?
Artikel Terkait
Demiane Agustien, Bintang Muda Arsenal Berdarah Indonesia, Buka Peluang Bela Timnas Garuda
BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jabodetabek Sabtu Ini
Menteri UMKM Soroti Banjir Impor Ilegal Sebagai Ancaman Utama Bagi Pelaku Usaha
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS