Jakarta bersiap. Menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi masih akan berlangsung hingga September 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menggencarkan sejumlah langkah antisipasi. Tujuannya jelas: menjaga ketahanan pangan ibu kota agar pasokan kebutuhan pokok warganya tak sampai terganggu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui posisi Jakarta yang rentan. Sebagai daerah yang sangat bergantung pada pasokan dari luar, kerja sama dengan wilayah penghasil pangan menjadi kunci. Tak cuma menunggu, Pemprov bahkan siap turun tangan membantu daerah-daerah pemasok yang terdampak kekeringan.
"Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya misalnya pompa dan sebagainya, agar produksinya tetap terjaga,"
kata Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (17/4/2026).
Bantuan pompa air itu dimaksudkan untuk mendukung sektor pertanian di daerah yang kesulitan air. Dengan begitu, aliran komoditas pangan ke Jakarta diharapkan bisa tetap stabil.
Di sisi lain, cadangan pangan dalam kota juga diperkuat. Untuk komoditas strategis seperti daging, misalnya. Melalui BUMD Dharma Jaya, Jakarta memutuskan untuk menambah impor sapi dari Australia. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian.
"Impor kurang lebih 3.000, kali ini 7.500 target, saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar,"
ungkap Pramono tegas.
Namun begitu, perhatian utama tentu saja tertuju pada beras. Komoditas yang satu ini sangat bergantung pada pasokan dari luar. Pemerintah mewaspadai betul potensi gejolak harga yang bisa muncul. Karena itu, berbagai skenario antisipasi telah disiapkan, bukan cuma untuk menjaga pasokan, tapi juga menekan inflasi agar tak melonjak.
Intinya, Pemprov DKI memastikan akan terus memantau situasi secara ketat. Mereka optimis, dengan langkah-langkah yang diambil, kebutuhan pangan masyarakat Jakarta akan tetap aman terkendali meski di tengah tekanan cuaca ekstrem. Persiapan terus berjalan, karena ancaman El Nino masih panjang.
Artikel Terkait
Komisaris Meryana Hartono Mundur dari Indonesian Paradise Property
Polisi Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
KPK Soroti Delapan Kelemahan Krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis
Operasi Besar-besaran DKI Tangkap Lebih dari 1 Ton Ikan Sapu-Sapu