Detikcom dan BAKTI Gelar Apresiasi Konektivitas Digital untuk Para Pejuang Internet di Daerah 3T

- Jumat, 17 April 2026 | 14:50 WIB
Detikcom dan BAKTI Gelar Apresiasi Konektivitas Digital untuk Para Pejuang Internet di Daerah 3T

Di pelosok negeri, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada banyak sosok yang bekerja tanpa sorotan. Mereka adalah relawan literasi digital, penggerak komunitas kreatif, dan para pejuang akses internet. Kontribusi mereka nyata, meski kerap tak terdengar. Mereka inilah 'penghubung negeri' yang sesungguhnya.

Nah, peran vital mereka akhirnya mendapat panggung. Melalui Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang digagas detikcom bersama BAKTI Komdigi, dedikasi mereka akan dirayakan. Acara puncaknya digelar hari ini, Jumat (17/4), mulai pukul 19.00 WIB. Ini adalah bentuk penghargaan bagi individu, komunitas, hingga lembaga yang berjasa memperluas akses teknologi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Menurut sejumlah pihak, program ini muncul dari sebuah kesadaran sederhana: pemerataan konektivitas digital tak bisa dibebankan hanya pada pemerintah. Keterlibatan banyak pihak, terutama mereka yang bergerak di akar rumput, justru jadi kunci utama.

Proses menuju malam penganugerahan ini sendiri cukup panjang. Pendaftaran nominasi sudah dibuka sejak November tahun lalu, dan baru ditutup akhir Februari 2026. Tujuannya, mengajak publik ikut mengusulkan nama-nama yang layak diapresiasi. Hasilnya? Ratusan usulan masuk, dan terpilihlah 13 nominasi terbaik dari beragam sektor untuk maju ke tahap penjurian.

Penilaiannya dilakukan secara menyeluruh. Sepuluh juri dari unsur pemerintah, industri, asosiasi, hingga media dilibatkan. Yang menarik, penjurian tak cuma mengandalkan dokumen. Tim juri turun langsung ke lapangan untuk verifikasi, memastikan data yang diberikan akurat dan sesuai fakta.

Irwan Nugroho, Managing Editor dan Head of Media Researcher detikcom, menegaskan hal ini.

"Kami juga menerjunkan kontributor dan wartawan ke berbagai daerah. Ini penting untuk memastikan bahwa apa yang disampaikan peserta benar-benar cocok dengan kondisi di lapangan," ujarnya.

Kategori yang diperebutkan pun beragam, mencerminkan luasnya ekosistem digital. Untuk sektor pemerintahan, ada kategori seperti Provinsi Pendorong Ekonomi Digital dan Desa Digital Unggulan. Di layanan publik, penghargaan mencari BUMDes Inovatif hingga Puskesmas yang sudah mendigitalkan layanan kesehatannya.

Tak ketinggalan kategori individu dan komunitas. Mulai dari Pegiat Literasi Digital di Desa, Pejuang Internet Masuk Desa, sampai Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital. Semuanya punya cerita.

Harapannya, ajang ini tak sekadar seremoni. Irwan berharap Apresiasi Konektivitas Digital bisa menjadi potret nyata kondisi digital Indonesia sekaligus pendorong bagi pengambil kebijakan untuk beraksi lebih cepat.

Dan di balik semua kategori itu, ada kisah-kisah manusiawi. Dedikasi dan inovasi yang lahir dari daerah, seringkali tanpa publikasi, namun dampaknya terasa langsung oleh masyarakat sekitar. Itulah intinya.

Jadi, jangan lewatkan malam penganugerahannya. Saksikan langsung hari ini pukul 19.00 WIB. Ini kesempatan kita untuk merayakan para pejuang yang telah menghubungkan Indonesia, satu desa demi satu desa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar